Jember (beritajatim.com) – Jawa Timur masih menjadi basis peternakan sapi di Indonesia. Jumlah sapi potong mencapai 3,11 juta ekor dan sapi perah berjumlah 292 ribu ekor.
“Jadi kalau dikasih KTP untuk nyoblos, bisa nganter partai ke Senayan karena saking banyaknya,” kata Emil berseloroh, saat memberikan sambutan pembukaan Festival dan Expo Sapi Jawa Timur, di kawasan Stadion Jember Sport, Kabupaten Jember, Sabtu (1/11/2025).
Jumlah sapi potong di Jawa Timur tercatat lebih dari seperempat jumlah sapi di seluruh Indonesia. Sementara itu, jumlah sapi perah memberikan kontribusi kurang lebih 60 persen dari jumlah seluruh sapi perah di Indonesia.
Besarnya populasi sapi potong dan sapi perah di Jatim membuat pemerintah daerah harus bergerak cepat ketika ada wabah penyakit mulut dan kuku. “Dalam waktu dua bukan, tiga juta ekor sapi telah divaksin,” kata Emil.
Sementara itu, Pembina Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia yang juga Ketua MPR RI Ahmad Muzani nenyebut Festival dan Expo Sapi Jawa Timur ajang silaturahmi para peternak dan penggemuk sapi untuk saling tahu bobot, cara mengelola, maupun mengurus sapi.
“Saling tahu bagaimana cara mengatasi penyakit-penyakit sapi dan untuk cari tahu bagaimana cara menjual sapi. Peternak sapi adalah sesuatu yang menyenangkan, mengasyikkan dan pasti menguntungkan,” kata Muzani.
Muzani berharap kontes sapi di Jember membuat anak-anak muda makin bersemangat berternak sapi penggemuk maupun sapi perah. “Sapi perah adalah kebutuhan kita, karena makan bergizi gratis.memerlukan sapi-sapi yang fresh, yang langsung diperah. Tapi jumlah yang sekarang diproduksi masih sangat minim,” katanya.
Menurut Muzani, sapi perah menjanjikan keuntungan finansial. “Saya berharap ini menjadi minat anak-anak muda, akan menjadi minat para peternak sapi di Jember, di Jawa Timur dan di seluruh Indonesia, untuk mulai memelihara sapi perah. Di sisi lain, kita juga perlu sapi potong ataupun sapi pedaging,” katanya. [wir]






