Magetan (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa masyarakat kini memiliki kanal resmi untuk melaporkan aduan terkait bantuan sosial yang tidak tepat sasaran. Pemprov Jatim menyiapkan sistem Sapa Bansos, yang terintegrasi dengan Kementerian Sosial RI.
“Di setiap kecamatan ada TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) yang memantau aspirasi dan keluhan. Tetapi sekarang juga ada jalur digital, yaitu Sapa Bansos. Caranya cukup masukkan NIK di aplikasi atau website, nanti keluar datanya. Kalau ada pengaduan bisa langsung dilaporkan,” ujar Emil saat menyampaikan keterangan di Magetan.
Menurutnya, Sapa Bansos bisa digunakan untuk usul (bagi masyarakat yang berhak tapi belum masuk daftar) maupun sanggah (jika ada penerima yang dinilai tidak tepat). Kanal ini dapat diakses melalui laman resmi Pemprov Jatim maupun Kemensos.
Selain kanal aduan, Emil juga menyampaikan sejumlah program bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang disalurkan di Magetan. Di antaranya adalah PKH Plus yang diberikan kepada 1.294 keluarga penerima manfaat.
“Ini adalah keluarga-keluarga yang sudah menerima PKH, tetapi punya kebutuhan khusus karena adanya lansia di atas 70 tahun sebagai anggota keluarga. Pendampingannya tetap dilakukan oleh pendamping PKH,” jelas Emil.
Pemprov Jatim juga menyalurkan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) kepada 106 penerima manfaat, termasuk kursi roda dengan desain khusus agar lebih nyaman digunakan oleh anak-anak penyandang disabilitas.
Selain program dari Dinas Sosial, ada pula program pemberdayaan ekonomi perempuan melalui Jatinusantara. Program ini ditujukan bagi keluarga penerima PKH yang telah graduasi, khususnya kepala rumah tangga perempuan.
“Program Jatinusantara ini mendukung usaha perempuan. Ada di empat desa, masing-masing bisa dapat sekitar Rp150 juta untuk pengembangan usaha mandiri,” terang Emil.
Emil juga menekankan peran Tagana, TKSK, serta relawan sosial lainnya dalam mendampingi masyarakat, baik dalam pemantauan kesejahteraan maupun penanganan bencana.
Di sektor ekonomi desa, beberapa BUMDes di Magetan turut memperoleh permodalan agar lebih berkembang. Emil berharap keberadaan BUMDes maupun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) bisa mendorong perekonomian desa.
“Pesan saya, mari kita dukung BUMDes. Ini sarana agar desa bisa mendapatkan hasil yang kembali lagi pada penguatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. [fiq/kun]






