Malang (beritajatim.com) – Sebagian besar korban tragedi Kanjuruhan masih dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) karena mengalami luka-luka. Forkopimda Jawa Timur dipimpin Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak bersama Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedy Prasetyo melihat langsung Aremania yang masih sakit.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedy Prasetyo menuturkan bahwa, sesuai perintah Presiden Joko Widodo, tim medis harus memberikan pelayanan terbaik mungkin. Mereka berharap Aremania yang masih dalam perawatan segera diberikan kesembuhan.
“Sesuai perintah Bapak Presiden untuk memberikan perawatan medis sebaik mungkin terhadap seluruh korban hasilnya sudah cukup baik. Tetapi ada hal-hal yang harus diperhatikan. Terkait kondisi korban dan prihatin dan semoga korban-korban dalam peristiwa Kanjuruhan yang masih sakit semoga segera diberi kesembuhan dan yang terbaik dari Allah,” ujar Dedi, Selasa, (4/10/2022).
Perlu diketahui dalam tragedi Kanjuruhan. Data sementara sebanyak 125 suporter meninggal dunia, sekitar 500 suporter mengalami luka-luka. Dedi memastikan polisi bakal mengusut tuntas kasus ini sembari memastikan perawatan para korban.
“Fokus kami segera menuntaskan peristiwa. Dan fokus kami adalah segera memberikan pelayanan terbaik agar para pasien bisa segera sembuh,” imbuh Dedy.
[berita-terkait number=”4″ tag=”arema-vs-persebaya”]
Sementara itu, data dari RSSA Kota Malang, mereka menangani 21 jenazah untuk diidentifikasi. Sementara untuk pasien yang dirawat sebanyak 56 orang. 26 diantaranya sudah pulang dan 30 orang masih dirawat.
“Di RSSA kami menangani 21 jenazah untuk mengidentifikasi. Sudah kami lakukan kemudian 56 korban yang di IGD. Alhamdulillah 26 sudah bisa pulang, 30 masih dirawat 7 di antaranya masih di ICU,” kata Dirut RSSA Kota Malang Kohar Hari Santoso. [luc/but]







