Jember (beritajatim,com) – Wakil Bupati Djoko Susanto mendorong kopi robusta yang dipanen petani Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur untuk bisa diekspor kembali.
“Saya baru dapat informasi bahwa pada 2019 ternyata kopi Silo ini pernah diekspor. Saya ingatlkan kepada OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait bagaimana mendampingi masyarakat, mulai dari urusan bertani sampai penjualan,” kata Djoko, ditulis Kamis (15/5/2025)..
Dengan pendampingan itu, Djoko berharap kejayaan kopi Sidomulyo Silo bisa terulang. Kopi itu dibudidayakan petani dengan memanfaatkan metode tumpang sari di lahan hutan milik Perhutani.
“Saya berterima kasih kepada Perhutani yang memfasilitasi masyarakat untuk memanfaatkan lahan dengan konsep tumpang sari. Di samping tegakan kayu Perhutani bisa dibudidyakan kopi,” kata Djoko
“Ini luar biasa. Perhutani tak semata-mata urusan lingkungan, urusan karbon, tapi punya nilai ekonomi, memperhatikan kebutuhan masyarakat,” kata Djoko.
Dengan kembali diekspor, menurut Djoko, kesejahteraan masyarakat Sidomulyo akan terjamin. “Harga kopi ekspor pasti jauh lebih tinggi daripada dijual di lokal. Kalau pada 2019 saja diekspor, berarti kualitas kopi ini kan memenuhi standar ekspor, di atas konsumsi lokal,” katanya.
Djoko sempat menghadiri acara petik kopi di Sidomulyo, Rabu (14/5/2025). Dia akan segera menghubungi Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Jember untuk mencari tahu kendala yang dihadapi petani, sehingga tidak bisa mengekspor kopi kembali. “Saya akan mendorong agar bisa dilakukan hal yang sama,” katanya.
Djoko menyayangkan ketidakhadiran Kepala Desa Sidomulyo Kamiluddin dalam acara tersebut. “Seharusnya saat acara hajatan masyarakat, pemimpin harus hadir, supaya tahu keluhan masyarakat itu apa. Pemimpin itu bukan juragan. Pemimpin tugasnya mendampingi masyarakat berproses dan beraktivitas,” kata Djoko.
“Ke depan petani perlu didampingi dan diedukasi bagaimana menghasilkan kopi terbaik dan dari sisi kuantitasnya, tonasenya juga naik. Kalau perlu Pusat Penelitian Kopi dan Kakao dan perguruan tinggi kita libatkan,” kata Djoko. [wir]






