Ringkasan Berita:
- Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah melakukan sidak pembangunan Pasar Kota Bojonegoro untuk memastikan progres proyek yang sempat mendapat sorotan karena terlihat sepi dari luar.
- Pemasangan 879 titik paku bumi sebagai fondasi pasar tiga lantai terus berjalan, dengan 109 titik telah terpasang hingga saat ini.
- Proyek pembangunan Pasar Kota Bojonegoro tahap awal mendapat alokasi anggaran sekitar Rp80 miliar dari APBD 2026 dan ditargetkan berlanjut hingga gedung selesai pada 2027.
Bojonegoro (beritajatim.com) – Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan Pasar Kota Bojonegoro. Langkah tersebut dilakukan setelah muncul sorotan dari masyarakat yang menilai aktivitas proyek terlihat sepi apabila dilihat dari luar area pembangunan.
Dalam pengecekan langsung ke lokasi, Nurul Azizah memastikan bahwa pekerjaan pembangunan tetap berjalan sesuai tahapan. Salah satu aktivitas yang sedang berlangsung yakni pemasangan paku bumi sebagai bagian penting dalam pembangunan struktur fondasi pasar tiga lantai tersebut.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan melalui video unggahan, sebanyak 879 titik paku bumi akan dipasang dalam tahap pembangunan fondasi. Hingga saat ini, sebanyak 109 titik telah terpasang dengan kedalaman masing-masing sekitar 18 meter.
“Saat ini sedang dilakukan pemasangan paku bumi sebanyak 879 titik. Sekarang sudah terpasang 109 titik dengan kedalaman masing-masing 18 meter. Ditargetkan selesai pada bulan Desember sebagai bagian dari persiapan pembangunan pasar tiga lantai agar bangunan nantinya kokoh, kuat, dan aman,” terang Nurul Azizah melalui postingan instagramnya, Minggu (20/9/2026).
Nurul Azizah menjelaskan, pemasangan paku bumi tersebut menggunakan metode tekanan hidrolik secara statis. Metode ini berbeda dengan penggunaan alat pancang hammer yang bekerja dengan sistem hentakan.
Penggunaan teknologi hidrolik statis membuat getaran yang dihasilkan lebih minim sehingga dapat mengurangi risiko terhadap bangunan di sekitar lokasi proyek. Selain itu, proses pemasangan juga dapat dilakukan secara lebih terkontrol.
“Minimnya suara dan getaran tersebut membuat aktivitas pembangunan tidak banyak terdengar maupun terlihat dari luar,” katanya.
Dalam kegiatan sidak tersebut, Nurul Azizah didampingi Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKP CK) Bojonegoro Satito Hadi.
Nurul Azizah juga meminta masyarakat untuk tidak khawatir terhadap kondisi proyek yang tampak sepi dari luar. Menurutnya, setiap pembangunan memiliki tahapan yang membutuhkan waktu agar hasil akhir dapat sesuai dengan perencanaan.
“Untuk masyarakat Bojonegoro, tetap tenang nggih, tidak perlu gaduh. Semua proses membutuhkan tahapan dan waktu agar hasil pembangunan nantinya benar-benar kuat dan sesuai dengan yang diharapkan,” ujarnya.
Pembangunan Pasar Kota Bojonegoro diproyeksikan membutuhkan anggaran sekitar Rp200 miliar yang dialokasikan secara bertahap melalui APBD. Pada tahap awal tahun 2026, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp80 miliar untuk pembangunan struktur bawah atau fondasi pasar.
Pembangunan selanjutnya akan dilanjutkan pada tahap berikutnya pada 2027 hingga seluruh bangunan pasar tiga lantai selesai dikerjakan.
Untuk tahap awal pembangunan, proyek tersebut dikerjakan PT Tiara Multi Teknik asal Surabaya yang ditetapkan sebagai pemenang lelang dengan nilai pagu sekitar Rp79,9 miliar.
Dengan adanya pembangunan pasar tiga lantai ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap fasilitas perdagangan tersebut dapat menghadirkan infrastruktur pasar yang lebih kuat, aman, dan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. [fif/suf]







