Ringkasan Berita:
- Ketua DPC PKB Jombang Anas Burhani membidik 16 kursi DPRD Kabupaten Jombang untuk masa perjuangan 2026–2031 dalam pengukuhan pengurus baru di Ballroom Hotel Yusro, Minggu (18/10/2026).
- Anas menyebut struktur PKB Jombang telah lengkap, mulai dari tingkat DPAC, ranting, badan otonom, hingga lembaga partai. Konsolidasi organisasi akan diarahkan pada peningkatan kerja nyata di tengah masyarakat.
- Melalui tema ‘PKB Jombang Kuat Strukturnya, Nyata Kerjanya, Dirasakan Manfaatnya’, Anas mengajak kader memperkuat silaturahim, melayani masyarakat, dan menjaga persaudaraan dalam kompetisi politik.
Jombang (beritajatim.com) – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Jombang masa bakti 2026–2031 resmi dikukuhkan di Ballroom Hotel Yusro, Minggu (18/10/2026).
Dalam momentum tersebut, Ketua DPC PKB Jombang Anas Burhani menegaskan target politik partainya untuk meraih 16 kursi DPRD Kabupaten Jombang. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat struktur organisasi, meningkatkan kerja nyata, dan memastikan keberadaan PKB memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pengukuhan yang dihadiri sekitar 1.000 kader dan simpatisan PKB itu berlangsung semarak. Ballroom Hotel Yusro dipadati peserta yang membawa dan mengibarkan bendera merah putih serta bendera PKB berukuran kecil. Suasana tersebut mencerminkan antusiasme kader dalam menyambut kepengurusan baru untuk lima tahun ke depan.
Anas Burhani tampil di atas panggung mengenakan baju hijau bertuliskan PKB yang dipadukan dengan sarung bermotif batik. Di hadapan para kader dan undangan, Ketua DPC PKB Jombang tersebut menyampaikan pidato politik mengenai arah perjuangan partai selama masa bakti 2026–2031.
Sebelum pidato disampaikan, para pengurus yang akan dikukuhkan terlebih dahulu maju ke depan dan berbaris rapi. Mereka mengenakan baju hijau dan sarung batik, termasuk Wakil Bupati Jombang Salmanuddin Yazid yang menjabat sebagai Dewan Syuro PKB Jombang.
Prosesi pengukuhan dipimpin oleh pengurus DPW PKB Jawa Timur, Thoriqul Haq. Acara tersebut juga dihadiri Bupati Jombang Warsubi beserta istri, kemudian para pimpinan partai politik di Kabupaten Jombang.
Usai pengukuhan, Anas menyampaikan pidato dengan gaya komunikatif. Ia mengatur intonasi suara dari tenang hingga berapi-api saat menekankan pesan penting. Sesekali, ia menyelipkan humor khas nahdliyin yang mengundang tawa dan tepuk tangan para hadirin.
Di hadapan ribuan kader dan simpatisan, Anas menegaskan bahwa politik bagi PKB tidak semata-mata berkaitan dengan perebutan kekuasaan. Menurutnya, aktivitas politik harus menjadi sarana untuk mengabdi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Politik bagi kami bukan sekadar perebutan kekuasaan, tetapi pengabdian, jalan ikhtiar kepada masyarakat,” tegasnya.
Anas juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Jombang Warsubi beserta istri yang hadir dalam acara pengukuhan tersebut. Ia kemudian memaparkan kondisi organisasi PKB Jombang yang disebutnya telah memiliki struktur kepengurusan lengkap di berbagai tingkatan.
Menurut Anas, struktur organisasi PKB Kabupaten Jombang telah terbentuk 100 persen, mulai dari tingkat Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC), ranting, badan otonom, hingga lembaga partai.
Kelengkapan tersebut, kata dia, merupakan hasil kerja keras para kader yang melakukan konsolidasi dari tingkat kabupaten hingga pelosok desa. Ia mengapresiasi kontribusi para pengurus yang telah bersedia meluangkan waktu dan tenaga untuk membangun organisasi partai.
“Ini adalah hasil kerja keras seluruh kader di tingkat kabupaten hingga pelosok desa. Kepada seluruh pengurus DPAC dan pengurus ranting, terima kasih atas kesediaan dan pengorbanan panjenengan semua,” ujarnya.
Meski struktur organisasi telah terbentuk lengkap, Anas mengingatkan agar capaian tersebut tidak berhenti pada aspek administratif. Menurutnya, struktur partai harus benar-benar hidup, bergerak, dan aktif menjangkau masyarakat.
Untuk lima tahun ke depan, DPC PKB Jombang mengusung tema ‘PKB Jombang Kuat Strukturnya, Nyata Kerjanya, Dirasakan Manfaatnya’. Tema ini menjadi landasan bagi partai untuk memperkuat organisasi sekaligus mendorong seluruh kader agar lebih aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Anas menjelaskan, kuatnya struktur berarti organisasi tidak boleh berpuas diri hanya karena seluruh kepengurusan telah terbentuk. Setiap pengurus harus menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara aktif, sehingga keberadaan partai benar-benar terasa di tengah masyarakat.
Sementara itu, nyata kerjanya berarti kader PKB harus hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, bukan hanya ketika musim pemilihan umum tiba. Kader diharapkan tetap menyapa warga, mendengarkan persoalan mereka, dan berupaya membantu mencari solusi, baik ketika masyarakat menghadapi kesulitan maupun saat menjalani kehidupan sehari-hari.
Adapun dirasakan manfaatnya berarti keberhasilan partai harus diukur berdasarkan dampak nyata yang dirasakan masyarakat, bukan semata-mata dari popularitas, jumlah kegiatan, atau banyaknya alat peraga politik.

“Ukuran keberhasilan PKB bukan seberapa banyak baliho kita, tetapi seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh petani, pedagang, guru, santri, pondok pesantren, dan seluruh warga Kabupaten Jombang,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan arah perjuangan yang ingin dibangun PKB Jombang selama lima tahun mendatang. Partai diharapkan tidak hanya memiliki organisasi yang solid, tetapi juga mampu membangun kedekatan dengan berbagai kelompok masyarakat.
Petani, pedagang, guru, santri, pondok pesantren, dan masyarakat luas menjadi bagian dari kelompok yang disebut Anas sebagai penerima manfaat dari kerja politik partai. Karena itu, kader didorong untuk menjadikan pengabdian sebagai kegiatan berkelanjutan, bukan sekadar strategi untuk mendapatkan dukungan saat pemilu.
Berbekal struktur organisasi yang telah terbentuk, Anas kemudian menyampaikan target politik PKB Jombang untuk masa bakti 2026–2031. Partai tersebut membidik 16 kursi DPRD Kabupaten Jombang.
Target itu disampaikan secara terbuka di hadapan para kader. Anas mengakui bahwa angka tersebut masih berupa sasaran yang harus diperjuangkan, bukan hasil pemilihan yang sudah ditetapkan. Namun, ia menyampaikannya dengan optimistis dan menyelipkan humor yang mengundang respons positif dari para peserta.
“Ini baru target, belum hasil rekapitulasi. Lagi pula, kursi DPRD Kabupaten Jombang itu 50, kami ambil 16, masih banyak sisanya,” ujarnya yang disambut ger-geran hadirin.
Anas kemudian melanjutkan dengan candaan mengenai kemungkinan PKB memperoleh kursi melebihi target yang telah ditetapkan.
“Silakan dibagi dengan jujur. Kalau nanti ternyata PKB dapat lebih dari itu, mohon dimaafkan, namanya juga rezeki santri,” lanjutnya yang juga disambut aplaus para hadirin.
Di balik humor tersebut, target 16 kursi menjadi salah satu sasaran utama yang harus diterjemahkan ke dalam kerja organisasi. Kelengkapan struktur di tingkat kabupaten hingga desa diharapkan menjadi modal untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat dan meningkatkan keterlibatan kader.
Namun, Anas juga mengingatkan bahwa aktivitas kader tidak boleh hanya berorientasi pada persaingan politik. Ia meminta seluruh pengurus meningkatkan intensitas silaturahim dengan masyarakat, termasuk melalui kegiatan turun langsung ke desa-desa.
Ia bahkan berkelakar bahwa kader PKB yang semakin rajin mendatangi masyarakat mungkin akan membuat mereka kesulitan menemukan warga yang belum ditemui.
Menurut Anas, kegiatan tersebut bukan semata-mata untuk bersaing dengan partai lain, melainkan bagian dari tradisi silaturahim yang diajarkan para kiai. “Itu bukan untuk bersaing, itu karena kami memang diajari kiai untuk rajin silaturahim,” tuturnya.
Bagi PKB, silaturahim menjadi salah satu cara untuk menjaga hubungan dengan masyarakat sekaligus memahami persoalan yang dihadapi warga. Dengan komunikasi yang berkelanjutan, kader diharapkan dapat mengetahui kebutuhan masyarakat secara lebih dekat dan menjadikan aspirasi tersebut sebagai bagian dari kerja pengabdian.
Selain mengajak kader memperkuat silaturahim, Anas juga menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dalam menghadapi kompetisi politik. Ia mengajak seluruh pihak untuk berkompetisi secara sehat dan mengedepankan semangat fastabiqul khairat, yakni berlomba-lomba dalam kebaikan.
Menurutnya, persaingan politik tidak seharusnya memutus hubungan antarkelompok atau menghambat kerja sama dalam pembangunan daerah. Setelah kompetisi berlangsung, seluruh pihak perlu kembali bergandengan tangan demi kepentingan masyarakat dan kemajuan Kabupaten Jombang.
Pesan tersebut menjadi bagian dari penegasan Anas bahwa perjuangan politik harus tetap berjalan dalam suasana persaudaraan. Target perolehan kursi DPRD memang menjadi agenda partai, tetapi upaya membangun daerah membutuhkan kerja sama berbagai pihak.
Menutup pidatonya, Anas kembali mengingatkan seluruh pengurus yang baru dikukuhkan agar menjadikan target 16 kursi sebagai amanah yang harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh. Ia meminta para kader bekerja keras, berpikir strategis, dan menjalankan tugas dengan ikhlas, sembari memohon doa restu para kiai dan masyaikh.
“Kepada seluruh pengurus yang hari ini dikukuhkan, target 16 kursi ini bukan sekadar angka, ini adalah amanah. Mari kita jemput dengan kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, serta senantiasa memohon doa restu para kiai, para masyaikh,” pungkasnya. [suf]






