Bojonegoro (beritajatim.com) – Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Budi Irawanto mendatangi langsung pedagang di Pasar Daerah Maju Raya unit Mejuwet Sroyo Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Pedagang mengeluh sepinya pembeli setelah adanya revitalisasi dari Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro.
“Para pedagang yang ada di lantai atas mengeluh dan minta untuk bisa berjualan di bawah. Kondisinya sama persis di pasar Banjarejo yang di atas sangat sepi pembeli,” ujar Wabup Bojonegoro saat melakukan pantauan langsung di pasar yang ada di Jalan Raya Babat Bojonegoro Desa Sroyo Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro itu, Senin (22/8/2022).
Menurut Wabup, dengan kondisi pedagang yang sepi pembeli usai direvitalisasi dengan bangunan berlantai dua, Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro harus segera melakukan tindak lanjut adanya keluhan pedagang. “Pedagang sudah mengadu kemana-mana dan tidak pernah ada tanggapan,” terang Budi Irawanto.
Dari hasil mendengar keluhan yang disampaikan para pedagang, Wabup yang akrab disapa Mas Wawan menilai, pedagang meminta yang ada di lantai atas bisa berjualan di bawah. Karena, selama ini pembangunan yang dilakukan dinilai tidak pernah ada komunikasi dengan pedagang.
“Kedepan dinas perdagangan harus mengajak berembuk terlebih dulu dengan pedagang jika akan melakukan pembangunan pasar,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bojonegoro”]
Salah seorang pedagang di Pasar Daerah Maju Raya Sroyo, Suhadak mengungkapkan sejak adanya revitalisasi pasar kondisinya justru semakin sepi pembeli. Sepinya pembeli itu indikasi dari para pedagang karena pembangunan dibuat lantai dua. “Faktor utama yang mempengaruhi adalah pembangunan pasar,” terangnya.
Pembangunan pasar itu, menurutnya juga tidak sesuai kesepakatan awal dari pedagang. Pedagang asal Desa Mejuwet Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro itu menilai justru pasar penampungan yang digunakan saat pembangunan pasar berlangsung yang ada di daerah Kepohwates-Kedungadem lebih ramai dan menguntungkan.
“Kami meminta kepada dinas perdagangan untuk kooperatif memenuhi keinginan pedagang. Karena tidak pernah ada tanggapan, sehingga wadul ke Wabup,” pungkasnya. [lus/but]






