Banyuwangi (beritajatim.com) – Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah agen dan pangkalan gas elpiji subsidi untuk memastikan ketersediaan pasokan menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
Sidak tersebut dilakukan bersama PT Pertamina (Persero), Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), serta Badan Pusat Statistik (BPS). Peninjauan dimulai dari agen elpiji PT Pelangi Migas Abadi yang berada di Desa Lemahbang Dewo, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi.
Selanjutnya, tim juga meninjau sejumlah pangkalan elpiji di beberapa titik guna memastikan distribusi berjalan lancar hingga ke tingkat masyarakat.
“Tim ini turun untuk memastikan tidak ada kelangkaan elpiji, khususnya yang subsidi, menjelang Idul Fitri,” kata Mujiono saat meninjau agen di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Kamis (12/3/2026).
Dari hasil pemantauan di lapangan, stok elpiji 3 kilogram atau yang dikenal sebagai tabung melon di Banyuwangi dipastikan dalam kondisi aman.
Mujiono mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan karena pasokan telah disiapkan sesuai kebutuhan, bahkan Pertamina telah menyiapkan tambahan kuota untuk wilayah Banyuwangi.
“Dari Pertamina dan agen menyampaikan stok aman. Sudah dialokasikan sesuai kebutuhan, bahkan Pertamina siap menambah kuota untuk Banyuwangi 250 persen. Jadi masyarakat jangan panik,” ujarnya.
Sales Branch Manager Malang VI Gas Pertamina Patra Niaga, M. Salman Al Farisi menjelaskan bahwa Pertamina akan menambah kuota elpiji subsidi hingga 250 persen untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.
Pengiriman tambahan tersebut akan dilakukan setiap hari ke agen-agen elpiji di Banyuwangi.
“Untuk hari biasa kuota Banyuwangi sebesar 63.500 tabung per hari. Mulai hari Minggu besok kuota akan kami tambah 250 persen, dan pengiriman siap dilakukan tiap hari,” kata Salman.
Harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kilogram di Banyuwangi saat ini ditetapkan sebesar Rp18.000 per tabung.
Salman memperkirakan konsumsi elpiji masyarakat akan meningkat signifikan pada akhir pekan ini seiring mulai terjadinya arus mudik ke daerah.
“Sudah mulai ada peningkatan konsumsi untuk elpiji subsidi maupun non subsidi, trennya mulai naik. Untuk itu kami tambah kuota,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur PT Pelangi Migas Abadi Johan Sucipto menambahkan pihaknya siap memastikan distribusi berjalan lancar hingga ke pangkalan.
Ia menyebut pihaknya setiap hari menyalurkan sekitar 2.800 tabung elpiji menggunakan lima unit truk distribusi.
“Setiap hari kami menyalurkan 2.800 tabung menggunakan lima truk. Mulai pekan depan akan ada tambahan kuota dari Pertamina. Hari Minggu kami tetap kirim,” pungkas Johan. [alr/beq]






