Banyuwangi (beritajatim.com) – Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono menyerahkan penghargaan kepada 1.096 pendonor darah sukarela serta 5 kelompok pendonor darah yang rutin dan aktif menyelenggarakan kegiatan donor darah. Penyerahan dilakukan di Dakon Resto, Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian mereka terhadap kemanusiaan.
“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pendonor darah. Apa yang kalian lakukan merupakan hal yang sangat mulia. Dedikasi dan keikhlasan kalian tidak bisa kami lupakan,” ujar Mujiono yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Banyuwangi, Senin (22/9/2025).
Ia menyebut, stok darah di Banyuwangi relatif aman karena 80 hingga 90 persen pasokan berasal dari para pendonor sukarela. “Penghargaan yang kami berikan ini tentunya tidak seberapa. Tapi percayalah setiap tetes darah yang diberikan bisa menjadi amal baik bagi kemanusiaan untuk membantu keselamatan nyawa orang lain,” jelasnya.
Meski kondisi stok darah stabil, Pemkab berkomitmen terus mendorong peningkatan jumlah pendonor sukarela. “Untuk itu, kami serius mendukung upaya PMI dalam meningkatkan jumlah pendonor darah sukarela melalui berbagai program kesehatan yang sudah kami jalankan,” imbuh Mujiono.
Kepala Unit Donor Darah PMI Banyuwangi, dr. Rezekiyanti, menuturkan kegiatan ini menjadi rangkaian peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2025. Para pendonor yang mendapat penghargaan tercatat sudah mendonorkan darah sebanyak 10 kali hingga 100 kali. Mereka yang mencapai 75 kali akan mendapat apresiasi dari Pemprov Jatim, sedangkan yang 100 kali akan menerima Satya Lencana Kebaktian Sosial di Istana Negara.
“Jumlah pendonor darah sukarela kita terus meningkat. Saat ini ada lebih dari 20 ribu orang. Sebagai bentuk apresiasi, kita pilih yang secara rutin dan aktif untuk mendapatkan penghargaan ini,” kata dr. Yanti.
Berdasarkan data PMI, kebutuhan darah di Banyuwangi mencapai 1.800–2.000 kantong per bulan atau sekitar 60–70 kantong per hari. Saat ini stok darah tercatat sekitar 250 kantong, cukup untuk memenuhi kebutuhan harian.
Selain penghargaan, PMI Banyuwangi juga memberikan doorprize berupa sepeda motor, sepeda listrik, kulkas, televisi, dan hadiah menarik lainnya bagi pendonor terpilih dalam undian yang digelar saat HUT PMI ke-80 pada 15 September lalu.
“Undian ini tidak bermaksud mengundi nasib pendonor, tetapi sebagai bentuk terima kasih karena tidak semua bisa kami beri hadiah langsung,” pungkas dr. Yanti. [alr/beq]






