Malang (beritajatim.com) – Adanya transformasi digital membuat banyak masyarakat berupaya untuk mengembangkan diri dan menambah keterampilan. Tak terkecuali bagi anak muda.
Seperti yang dilakukan oleh Vivian Dzikriany Azis. Ia mulai untuk menjajaki karir sebagai Product Manager, lantaran selama kuliah ia sudah mempelajari Product Management.
“Saat itu, saya belajar lebih banyak, baik saat kuliah maupun mengikuti kelas di luar. Sebagai mahasiswa IT yang masih kebingungan mau fokus ke karir yang bagaimana, aku dengar ikut webinar dan komunitas seperti ini sangat baik untuk menunjang career growth kita sebagai mahasiswa ataupun fresh graduate,” terang dia.
Pelan tapi pasti, ilmu yang didapatkan Vivian ternyata membantu sekali dan setelah mengetahui tentang karir tersebut dan tertarik menjadi Product Manager.
“Kalau coba aku refleksikan lagi ke belakang, ketika kita udah tahu mau ngapain di beberapa tahun ke depan dan udah tau karir apa yang mau kita tekuni nanti, semua hal yang kita lakukan selama kuliah akan membawa kita untuk mencapai hal tersebut,” sambung dia.
Vivian menguraikan, saat ini, dirinya sudah memiliki dua tahun pengalaman kerja sebagai Product Manager. Dengan memulai karir di salah satu perusahaan game developer di Bandung sebagai Product Intern, lalu memulai bekerja full time di perusahaan industri transportasi.
“Memulai karir sebagai Associate Product Manager di perusahaan tersebut, lalu dipromosikan menjadi Product Manager untuk handle B2B client. Pekerjaan setiap harinya managing product development activity, alignment stakeholders yg terdiri dari engineer team, marketing team, sales and operation team, handle local & multinational vendors,” kata perempuan kelahiran 1998 ini.
Bagi Vivian, ada sederet tantangan paling sulit dalam profesi tersebut adalah managing the people, karena biasanya people itu sesuatu yang gak selalu bisa dikontrol.
“Di dalamnya ada perasaan dan pikiran masing-masing dari orang-orang tersebut, meski kita sudah sebisa mungkin untuk control apa yang kita lakukan dan ucapkan,” papar dia.
Bagi Vivian, belajar technical itu mudah, bisa dicari di google atau bertanya kepada yang lebih expertise. Berbeda jika berhadapan dengan orang lain, karena sosial itu bukan ilmu pasti.
“Tentu ada seninya untuk bisa berhubungan dengan orang lain, bekerja sama, menyelesaikan masalah, dan terutama mempengaruhi orang lain. Karena product manager sendiri adalah role yang ga punya authority langsung untuk mendelegasikan sesuatu, so it’s really important for Product Managers to learn about how to lead and influence people without authority,” kata perempuan berusia 25 tahun ini.
“That’s the biggest challenge for Product Managers. Selain itu juga, tantangan PM yg kedua adalah memilih masalah yang mau kita solve di antara banyaknya masalah yang terjadi. Meskipun kita dikenal sebagai representative dari pengguna aplikasi, faktanya tidak semua masalah yang kita dengar dari user bisa kita solve,” sambung Vivian.
[berita-terkait number=”3″ tag=”showup”]
Menurut Vivian, ada beberapa faktor yang mempengaruhi. Bisa jadi karena resourcenya tidak mencukupi, atau bahkan karena sesimple user juga tidak tahu apa yang mereka inginkan. Sangat penting untuk bisa memilah-memilah masalah tersebut sebelum memutuskan untuk membangun sebuah fitur.
“Hingga saat ini aku selalu seek opportunity & challenges yang bisa improve skill Product Management lewat proyek-proyek yang ku handle,” kata perempuan berzodiak aries ini.
Ke depan, Vivian berharap, dia bisa enjadi expertise di bidang product management, dan bisa bantu develop career orang lain juga di bidang ini.
“Aku harap bisa bikin lebih banyak impactful product ke depannya, serta mendapatkan kesempatan untuk kerja dengan project yang lebih challenging. Selain itu, aku harap bisa berbagi ilmu buat temen2 yang lebih muda mengenai gimana caranya mempersiapkan diri sebelum masuk ke dunia kerja, terutama mengenai industri IT & Product Management. Aku berharap ilmu yang kuberikan bisa membantu teman-teman untuk menemukan karir yang diinginkan di industri IT,” imbuh dia.
Pada kesempatan tersebut, ia berpesan kepada anak muda untuk jangan pernah berhenti belajar dan jangan pernah perhitungan untuk menginvestasikan uang dan waktu untuk belajar.
“Jadi jangan pernah capek belajar, selalu terbuka dengan berbagai kesempatan dan networking dengan orang-orang, karena itu akan membantu kita dalam mencapai karir yang kita impikan. Selalu percaya diri, apapun yang terjadi. Selalu punya mindset bahwa semua hal itu bisa dipelajari, walaupun orang lain terlihat lebih hebat, percaya bahwa kita juga bisa seperti itu selama kita tekun untuk mempelajari hal yg sama seperti mereka,” tandas dia. (ted)
==================
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






