Surabaya (beritajatim.com) – Sebuah video yang menampilkan tiga orang emak-emak berdebat mendatangi toko vape store untuk meminta sumbangan acara agustusan HUT RI ke-80, di Jalan Gemblogan, Alun-alun Contong, Bubutan, Kota Surabaya, viral di media sosial hari Senin (11/8).
Video tersebut diunggah melalui akun Instagram @podsauthenticsurabaya. Di dalamnya, pemilik toko, Kevin William, mengaku dipaksa memberikan sumbangan sebesar Rp500 ribu oleh tiga ibu-ibu. Mereka mengaku sumbangan itu untuk acara perayaan HUT RI (agustusan) di kampung.
“Di sini saya pun juga bingung, kok bisa memberikan sumbangan harus ada nominal minimumnya. Padahal di sini posisi bisnis saya masih belum begitu menghasilkan. Tapi saya dipatok dengan nominal uang yang tidak sedikit berkisar antara 500 ribu hingga 1 juta, ini kah yang disebut dengan sumbangan?,” kata pemilik toko Kevin William dalam unggahan akun instagram tokonya.
Melalui unggahan instagram dan juga penjelasan dari Kevin William, video tersebut kemudian viral, dibersamai dengan berbagai respon publik; yang muncul di kolom komentar.
Sementara, ditemui oleh wartawan, Kevin William menceritakan secara detail bahwa kejadian yang dialaminya itu terjadi pada hari Kamis, 7 Agustus 2025, sore. Tiga ibu-ibu mendatangi tokonya, dan mengaku dari perwakilan warga setempat untuk meminta sumbangan buat acara HUT RI ke-80.
“Waktu itu yang ditunjukin hanya kertas (catatan) tulis tangan ya (tidak ada proposal acara),” terang Kevin William atau Kevin.
Kevin menjelaskan bahwa perdebatan dengan tiga ibu-ibu perkara meminta sumbangan acara agustusan itu terjadi spontan. Sebab ia kesal, lantaran sudah mau dikasih Rp5 sampai Rp10 ribu, ibu-ibu itu menolak.
“Jadi sebenarnya nominalnya itu memang seikhlasnya ya. Ketika saya ngomong bahwa nominal yang saya sanggup itu sekitar Rp5-10 ribu, ibu ini bilang ya enggak bisa ngasih segitu,” jelas Kevin.
“Ya saya minta maaf tapi ibunya sendiri di sini (di toko) enggak mematok nominalnya berapa,” imbuhnya.
Permasalahan muncul nominal sebesar Rp500 ribu itu terjadi setelah tiga ibu-ibu tidak mau menerima sumbangan dari Kevin yang hanya bernilai Rp5 – 10 ribu. Kevin pun kemudian bertanya dengan kesal “wajibkah saya membayar Rp500 ribu?”, dan pertanyaan itu dijawab serempak oleh ketiga ibu-ibu tersebut dengan “wajib” sebanyak tiga kali.
“Mungkin karena singkat cerita saya sendiri juga kepancing emosi, saya tanya ke ibunya, “wajibkah saya yang membayar Rp500 ribu sebagai sumbangan?” Ibu itu mengatakan sebanyak tiga kali, “wajib”,” urainya.
Setelah kejadian ini, Kevin bersama tiga ibu-ibu dipertemukan oleh Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, untuk mediasi damai. Mediasi tersebut menghasilkan kesepakatan damai antara Kevin dan dua ibu-ibu, sedangkan satu ibu lainnya masih terlihat berat hati dan meminta Kevin untuk membuat video klarifikasi. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh Kevin.
“Dari ibunya tadi kan ada tiga, hasilnya dua akhirnya berdamai, tapi yang satu agak keras hati, khususnya yang teriak. Saya pun juga disuruh bikin video klarifikasi sama mereka, tapi ya ngapain saya bikin video klarifikasi kalau saya nggak salah,” pungkasnya. [ram/ian]






