Tuban (beritajatim.com) – Sebuah video viral menunjukan seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban melakukan peninajauan kondisi perbaikan jalan yang berada di jalan raya Desa Kumpulrejo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban yang sebelumnya dikeluhkan warga masyarakat, Jumat (3/9/2021).
Dalam video yang beredar tersebut, RM Anshakhul Balaya MN atau Gus Aang, anggota DPRD Tuban itu terlihat langsung mendatangi lokasi perbaikan jalan tersebut. Saat dilihat ternyata kondisi perbaikan jalan itu dinilai tidak layak lantaran penambalan jalan itu tidak saling menempel dan mudah rusak.
Saat dikonfirmasi terkait adanya temuan kondisi proyek perbaikan jalan yang tidak layak itu, Gus Aang yang merupakan anggota DPRD Tuban dari Partai Gerindra itu membenarkan temuan itu. Gus Aang menyatakan jika pengecekan perbaikan jalan dengan langsung turun lapangan itu dilakukan setelah ia mendapatkan laporan keluhan dari warga masyarakat.
[berita-terkait number=”5″ tag=”dprd-tuban”]
“Awalnya itu saya mendapatkan keluhan dari masyarakat terkait jalan itu. Kemudian saya beinisiatif untuk turun ke lapangan melihatnya,” terang RM Anshakhul Balaya MN atau Gus Aang, anggota DPRD Tuban saat dikonfirmasi beritajatim.com.
Pada saat berada di lokasi proyek jalan yang menjadi penghubung antar kecamatan itu, anggota DPRD Tuban itu sontak kaget melihat hasil dari pengerjaan proyek tersebut. Saat dilakukan pengecekan dengan tangan kosong, batu-batu yang digunakan untuk menambal jalan itu tidak saling menempel dan mudah terlepas.
“Kondisinya ya memang seperti yang saya video itu, sangat tidak layak. Pada saat saya di lokasi semua pekerja sudah tidak ada dan peralatan proyek sudah berpindah ke lokasi lain berjarak sekitar 500 meter,” tambahnya.
Dari peninjauan di lapangan yang merupakan wilayah Dapilnya itu, anggota DPRD Tuban itu juga menemukan material proyek yang disinyalir tidak sesuai. Pasalnya, batu yang digunakan untuk penambalan jalan yang kemudian di aspal itu menggunakan batu kapur. “Jika dikatakan proyek itu belum finis, kenapa alat-alatnya sudah berpindah dan pekerjanya sudah tidak ada,” sambungnya.
Dengan adanya temuan kondisi proyek yang disinyalir menyalahi aturan dan juga tidak layak itu, Gus Aang mengaku langsung menghubungi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tuban. Anggota DPRD Tuban itu berharap supaya perbaikan proyek infrastuktur jalan itu tidak dikerjakan asal-asalan supaya tidak merugikan masyarakat. “Harapannya pembangunan atau perbaikan jalan ini jangan disepelekan. Karena ini jika jalan ini cepat rusak yang dirugikan adalah masyarakat,” pungkasnya.[mut/kun]






