Surabaya (beritajatim.com) – Rumor tentang bahaya penggunaan rumput sintetis telah memicu kekhawatiran di antara pengguna internet. Isu ini telah menjadi perbincangan hangat di media sosial, memicu kekhawatiran tentang potensi kanker yang dapat ditimbulkannya.
Isu ini berawal dari laporan tragis tentang enam pemain bisbol Amerika Serikat yang mengidap penyakit otak langka dan berujung pada kematian mereka. Glioblastoma, semacam tumor ganas yang menyerang otak, menjadi penyakit mengerikan yang memisahkan mereka dari kehidupan.
Kejadian ini mencuri perhatian para peneliti di negeri Paman Sam karena sangat tidak lazim. Aktivitas para atlet yang seharusnya sehat dan bugar justru memicu pertanyaan besar tentang apa yang mungkin menjadi penyebabnya.
Baca Juga: Mantan Direktur Operasional PT BPRS Kota Mojokerto Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi
Kebenaran tentang potensi bahaya rumput sintetis dalam menyebabkan kanker masih menjadi fokus penyelidikan para peneliti di Amerika Serikat.
Menurut laporan dari The Guardian, semua jenis rumput sintetis mengandung senyawa PFAS atau per- dan polifluoroalkil yang mengandung lebih dari 12 ribu bahan kimia berbeda.
PFAS dikenal karena kemampuannya menahan panas, air, dan noda, namun sayangnya, senyawa ini tidak dapat terurai secara alami.
Beberapa zat yang ditemukan dalam rumput sintetis termasuk logam berat, benzema, dan senyawa lainnya yang dihirup dapat menjadi karsinogenik, yang berarti berpotensi menyebabkan kanker pada manusia.
Baca Juga: Mobil Tertabrak KA Singasari di Blitar, Sopir Loncat dari Jendela, Selamat
Selain potensi kanker, orang yang terpapar zat PFAS juga dapat menghadapi masalah dengan tiroid, cacat lahir, penyakit ginjal, dan penurunan kekebalan tubuh.
Kyla Bennett, seorang ilmuwan AS, mengungkapkan dugaan bahwa pemakaian rumput sintetis dapat berhubungan dengan kematian para pemain bisbol klub Philadelphia Phillies karena kanker otak.
“Ada banyak orang di Philadelphia Phillies yang didiagnosis mengidap kanker langka ini, dan itu terlihat aneh, jadi ini harus menjadi tanda bahaya,” kata Bennett, mantan ilmuwan Badan Perlindungan Lingkungan (EPA).
Baca Juga: Amorpho Coagulation Tech Alat Reduksi Limbah Porang Buatan Mahasiswa UB
Meskipun masih ada perdebatan di kalangan ilmuwan AS tentang hubungan antara rumput sintetis dan kanker, beberapa wilayah di Amerika Serikat telah membatasi penggunaan rumput sintetis untuk olahraga. Debat tentang keamanan rumput sintetis tampaknya masih akan berlanjut hingga ada kejelasan yang lebih konkret. (ian)






