Tulungagung (beritajatim.com) – Seorang pekerja migran asal Desa Suwaluh, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, tengah menjadi sorotan publik setelah video protesnya terhadap pejabat daerah beredar luas di media sosial. Sosok yang dikenal dengan nama “Mbak Suci” itu menyuarakan keresahan warga melalui TikTok dengan menyindir keras kinerja Camat Pakel, Imam Suwoyo, dan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.
Dalam video berdurasi singkat tersebut, Mbak Suci menyoroti ketidakhadiran Camat Pakel Imam Suwoyo saat infrastruktur desa mengalami kerusakan meski sebelumnya hadir dalam acara peresmian jalan. Nada bicara yang tegas dan tanpa basa-basi membuat unggahan ini cepat menyebar.
Tak hanya Camat, Mbak Suci juga melontarkan kritik tajam kepada Bupati Tulungagung, Gatut Sunu. Ia meminta agar pemimpin daerah tidak hanya sibuk dalam kegiatan simbolis seperti menerbangkan balon udara namun turut hadir di tengah persoalan masyarakat seperti jembatan putus di Desa Junjung, Kecamatan Boyolangu, atau tanah longsor di Desa Tangulkundung, Kecamatan Besuki, serta proyek infrastruktur lain yang terbengkalai.
Menanggapi viralnya video tersebut, Bupati Gatut Sunu Wibowo menyampaikan bahwa dirinya tidak merasa tersinggung. Ia justru menilai kritik tersebut sebagai bagian dari dinamika demokrasi, meski tak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang memanfaatkan situasi.
“Saya anggap itu bentuk demokrasi. Tidak masalah, biar masyarakat ikut menilai jalannya pemerintahan,” ujar Gatut Sunu.
Bupati mengungkapkan bahwa dirinya telah mengenal baik latar belakang keluarga Mbak Suci. Bahkan, ia mengaku telah menghubungi langsung melalui telepon dan mengajak berdialog secara terbuka.
“Saya maafkan. Yang penting kritiknya memberi kontribusi untuk perbaikan,” imbuhnya.
Meski secara pribadi memilih langkah damai, Bupati tetap mengingatkan bahwa pihak lain yang merasa dirugikan oleh pernyataan dalam video tersebut berhak menempuh jalur hukum. Ia sendiri menyatakan tidak akan membawa kasus ini ke ranah hukum.
Sebagai bentuk tindak lanjut, Bupati Gatut Sunu telah menginstruksikan Camat Pakel agar segera melakukan pendekatan ke keluarga Mbak Suci serta menjelaskan situasi yang sebenarnya di lapangan. Jika tidak ada perubahan dalam pola komunikasi dan pelayanan, ia membuka kemungkinan untuk mengevaluasi jabatan Camat tersebut.
“Kalau tidak mampu mengelola komunikasi diwilayahnya, tentu kita evaluasi kinerjanya,” tegasnya.
Bupati juga membuka ruang dialog lebih luas. Jika Mbak Suci pulang ke kampung halaman, Pemkab Tulungagung berencana mengundangnya ke Pendopo bersama jajaran pemerintahan desa dan kecamatan untuk berdiskusi mengenai arah pembangunan Desa Suwaluh. [nm]






