Sarangan (beritajatim.com) – Isu viral terkait harga makanan yang disebut “selangit” di kawasan wisata Telaga Sarangan menjadi perhatian Komisi B DPRD Kabupaten Magetan. Menanggapi polemik tersebut, DPRD menilai bahwa rumah makan yang disorot sebenarnya telah mencantumkan daftar harga, sekaligus mengakui bahwa viralnya isu itu membuat Sarangan semakin dikenal luas.
Ketua Komisi B DPRD Magetan, Rita Haryati, mengatakan daftar harga sudah tersedia di rumah makan yang ramai diperbincangkan warganet. Menurutnya, pengunjung seharusnya mengetahui harga sebelum melakukan pemesanan.
“Di rumah makan yang viral itu sebenarnya sudah ada daftar harga. Jadi pengunjung sebelum memesan seyogyanya sudah mengetahui harganya,” ujar Rita Haryati saat kunjungan dalam daerah Komisi B DPRD Magetan ke kawasan Sarangan bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kamis (8/1/2025).
Rita menjelaskan, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk mengatur atau mengintervensi harga yang ditetapkan pelaku usaha kuliner. Setiap rumah makan, kafe, maupun restoran memiliki kebijakan harga masing-masing sesuai segmen pasarnya.
“Setiap rumah makan punya daftar harga sendiri. Kalau dinilai kemahalan, wisatawan bisa memilih tempat lain karena pilihan kuliner di Sarangan cukup banyak,” jelasnya.
Meski menuai pro dan kontra, Rita mengakui isu viral harga makanan tersebut membawa dampak positif bagi pariwisata Telaga Sarangan. Menurutnya, Sorotan warganet justru membuat Sarangan semakin populer dan menarik rasa penasaran wisatawan baru.
“Dengan viralnya itu, Sarangan semakin terkenal. Orang yang belum pernah ke Sarangan jadi ingin tahu,” katanya.
Namun demikian, Rita menilai persepsi bahwa wisata di Sarangan mahal perlu dilihat secara objektif. Ia menyoroti total pembayaran yang viral di media sosial perlu disesuaikan dengan jumlah dan jenis pesanan.
“Kalau dilihat dari total nota yang ratusan ribu, pesanannya juga banyak. Tidak mungkin hanya untuk 10 atau 12 orang. Bisa jadi itu rombongan sekitar 20 orang,” ungkapnya.
Selain menanggapi isu harga makanan, Komisi B DPRD Magetan juga melakukan evaluasi kunjungan wisata selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Telaga Sarangan. Hasil pemantauan menunjukkan jumlah wisatawan mengalami peningkatan signifikan.
“Alhamdulillah, angka kunjungan wisatawan naik. Sarangan masih menjadi destinasi wisata yang populer di Jawa Timur,” ujar Rita.
Dalam kesempatan tersebut, Komisi B DPRD Magetan turut meninjau fasilitas umum di kawasan Telaga Sarangan. Evaluasi itu akan menjadi dasar perbaikan dan pembenahan kawasan wisata Sarangan pada tahun-tahun mendatang. [fiq/beq]







1 Komentar
terkenal mahal