Surabaya (beritajatim.com) – Ceramah Emha Ainun Najib alias Cak Nun pada tahun 2012 yang membahas soal prediksi konflik perang antara Israel dan Iran tiba-tiba kembali viral di media sosial, Rabu (25/6).
Ceramah Cak Nun mengenai konflik Israel-Iran 13 tahun silam menjadi sorotan banyak pihak karena keakuratannya. Karena konflik benar-benar terjadi di tahun 2025. Serta tidak sedikit orang kemudian merindukan sosoknya; untuk kembali berceramah di forum Maiyah.
Video tersebut diketahui direkam pada sebuah acara Maiyah di Klaten, Jawa Tengah, pada 2012. Berikut potongan isi ceramah Cak Nun dalam video yang viral tersebut:
“Suatu hari Iran akan diserang oleh Israel dan Amerika dan nanti Arab Saudi bisa dipastikan akan membela Israel. Pertanyaannya untuk Indonesia, Indonesia membela mana?
Saya mengatakan mohon maaf kalau saya salah, Israel itu juga melakukan provokasi-provokasi yang luar biasa di Arab Saudi dengan meningkatkan paham-paham yang kemudian menguasai Masjid Nabawi membuat Masjidil Haram.
Yang tujuannya sederhana, yaitu memutus hubungan batin antara umat Islam dengan hatinya Rasulullah SAW. Artinya, Anda tidak boleh mesra sama Rasulullah, kalau Anda ke Raudhoh, Anda tidak boleh pegang-pegang tembok makam beliau dan seterusnya, pokoknya, kuncinya di strategi Amerika dan Israel adalah putuskan hubungan hati, cinta antara umat dengan Rasulullah.
Sebenarnya sampai yang pernah ke Madinah itu kan senang toh ke Roudhoh nek pas haji atau umroh? Terus sampai sana, pengen ndelok, minimum yo syukur isok nyekel-nyekel pager-pagere nopo mboten? Kuwi bid’ah nopo mboten? Di sana kalau ketahuan itu selalu selalu disebut bid’ah, haram dan kafir oleh askar-askar.”
Dalam ceramah Cak Nun, disebutkan bahwa Israel memulai perang dengan Iran, didukung oleh Amerika dan Arab Saudi. Cak Nun kemudian mempertanyakan posisi Indonesia dalam konflik tersebut, tanpa merinci bagaimana seharusnya sikap Indonesia.
Menanggapi hal itu, Suko Widodo, Pengamat Komunikasi Politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya sekaligus sahabat karib Cak Nun, mengatakan bahwa, sudah banyak prediksi Cak Nun terbukti tepat.
Menurut Suko, kemampuan Cak Nun ini bukan berasal dari hal mistis atau irasional, melainkan dari pengetahuan geopolitiknya yang mendalam dan jaringan internasionalnya yang luas.
“Jadi itu murni pengetahuan geopolitik Cak Nun. Itu berdasarkan data yang muncul di media maupun dari intelijen-intelijen itu, jadi kan banyak jaringannya ada teman-teman di New York, di Washington. Itu bukan irasional, sangat rasional sesuai perhitungan-perhitungan Cak Nun,” terang Suko.
Suko sebagai sahabat Cak Nun mengaku sering bertukar ide dan diskusi mengenai isu-isu nasional yang kemungkinan akan terjadi. Sebagai contoh adalah prediksi mengenai COVID-19 serta tatanan ekonomi.
“Cak Nun bukan orang yang irasional kok. Dia tahu, tapi dia ndak (menceritakan) semuanya dalam forum, dia selalu menaruh sesuatu dan terkadang tidak mau cerita,” jelas Suko.
Cak Nun selalu menyampaikan kesimpulan yang ia raih karena kepeduliannya yang besar terhadap masyarakat. Dan terkadang, lanjut Suko, hal ini akan sedikit membingungkan karena pengetahuan lawan bicaranya yang belum seluas Cak Nun.
“Sebelum COVID-19 (2019) itu cerita soal bahwa Tuhan sedang akan ada rasa sepertinya orang itu akan di ayak (disaring), banyak kematian. Kalau itu memang sepengetahuan saya waktu itu agak mistis jujur saja. Karena saya belum mendapatkan informasi tentang Bill Gates dan sebagainya itu,” urainya.
“Kemudian beliau waktu itu juga bilang, “setahun ke depan Suko, di tahun 2023 ekonomi sudah kendor. 2 tahun lagi itu krisis global, pangan. Terus karena itu, (Cak Nun berpesan) kalian harus menanam pohon, menanam makanan”,” imbuhnya.
Terkait dengan pertanyaan Cak Nun yang menyampaikan posisi Indonesia dalam perang Israel-Iran, ada di pihak mana?, Suko menyampaikan bahwa sebaiknya Indonesia tidak memihak dan cukup membantu dengan doa.
“Nah itu yang kita lihat, kita kelompok yang tidak membantu apa-apa. Jadi, ya umum dalam keadaan kita susah, makanya ya paling berdoa, biasa aja begitu,” ucapnya. [ram/ian]






