Surabaya (beritajatim.com) – Kurang dari sepekan sebelum dimulainya Piala Dunia 2026, kontroversi besar mencuat terkait akses suporter Iran ke stadion. Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) mengklaim alokasi tiket resmi untuk pendukung tim nasional mereka dicabut, sehingga menimbulkan ketidakpastian bagi ribuan suporter yang telah merencanakan perjalanan ke Amerika Serikat.
Dalam pernyataan resminya, FFIRI menyebut mereka tidak lagi dapat mendistribusikan tiket kepada pendukung Iran untuk tiga laga fase grup melawan Selandia Baru, Belgia, dan Mesir. Federasi Iran menilai langkah tersebut bertentangan dengan regulasi FIFA yang selama ini memberikan jatah sekitar 8 persen kapasitas stadion kepada masing-masing negara peserta untuk didistribusikan kepada suporternya melalui jalur resmi.
Polemik ini menjadi semakin sensitif karena muncul di tengah hubungan politik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Menurut federasi Iran, banyak pendukung yang telah membeli tiket pesawat dan memesan akomodasi jauh hari sebelum turnamen dimulai. Kini mereka menghadapi ketidakpastian mengenai peluang menyaksikan langsung pertandingan tim kesayangannya.
Kontroversi tiket tersebut bukan satu-satunya kendala yang dihadapi Iran menjelang turnamen. Sebelumnya, sejumlah staf dan pejabat federasi dilaporkan mengalami masalah visa untuk masuk ke Amerika Serikat. Situasi itu bahkan memaksa tim nasional Iran memindahkan pusat persiapan mereka dari Arizona ke Meksiko demi menghindari berbagai hambatan administratif dan keamanan.
Federasi Iran menuding adanya unsur diskriminasi dan campur tangan politik dalam persoalan tersebut. Mereka mendesak FIFA untuk menjaga prinsip netralitas serta memastikan seluruh peserta mendapatkan perlakuan yang setara sesuai semangat kompetisi internasional. Hingga Selasa (9/6), FIFA masih melakukan komunikasi dengan pihak Iran, namun belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan pencabutan alokasi tiket tersebut.
Kasus ini menambah daftar kontroversi yang membayangi Piala Dunia 2026. Sebelumnya, perhatian publik juga tertuju pada persoalan visa bagi sejumlah ofisial Iran dan isu akses masuk bagi pendukung dari negara-negara yang terdampak kebijakan perjalanan Amerika Serikat.
Di tengah berbagai polemik tersebut, Iran tetap bersiap menjalani laga perdana mereka di Piala Dunia 2026. Namun, ketidakjelasan nasib ribuan suporternya berpotensi menjadi salah satu isu terbesar yang menyelimuti turnamen bahkan sebelum bola pertama ditendang. [kun]






