Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang tahun baru cina atau Imlek umat Konghucu di Kota Surabaya gelar ritual larung cisuak di perairan Selat Madura. Ritual tersebut dilakukan guna membersihkan diri atau tolak balak dari hal-hal yang negatif selama setahun ini.
Ritual yang diawali dengan sembahyang di tepi pantai Kenjeran Kota Surabaya bersama sejumlah umat Konghucu dari Klenteng Boen Bio yang dipimpin oleh rohaniawan W.S Liem Tiong yang kemudian bertolak ke tengah perairan selat madura menggunakan perahu. Sesampainya di tengah perairan umat melakukan sembahyang dan menaburkan bunga ke laut, selanjutnya potongan rambut dan kuku tangan serta kaki yang dibungkus lipatan kertas kim cua berbentuk penyu dilarung ke laut.
W.S Liem Tiong Yang, rohaniawan Klenteng Boen Bio Surabaya menjelaska/ ritual cisuak merupakan simbol membersihkan diri dari hal-hal negatif, harapannya saat memasuki tahun baru umat dapat memiliki energi positif.
“Tradisi Cisuak jelang Imlek ini kalau dalam tradisi Jawa dikenal dengan istilah tolak bala, jadi kita membuang hal hal dan sifat sifat buruk<‘ ujar Rohaniawan Klenteng Boen Bio Surabaya, W.S Liem Tiong.
Ritual cisuak ini dipercaya mampu menyampaikan harapan dan doa umat khonghucu kepada thian atau tuhan agar di tahun baru diberi keselamatan, rejeki dan keberkahan. Sebelum melaksanakan ritual larung cisuak umat Konghucu gelar sembahyang di tepi laut untuk menghormati para dewa dan leluhurnya.






