Surabaya (beritajatim.com) – Meski usianya masih 19 tahun 9 bulan, tak membuat Giselle Hage kalah saing dengan mahasiswa lain. Buktinya, Giselle menjadi wisudawan termuda dalam Wisuda ke-129 ITS Surabaya.
Meskipun masih muda, alumnus SMA Negeri 1 Jember itu telah menunjukkan prestasi di bidang teknik elektro. Dengan IPK 3,71, ia berhasil menyelesaikan studi dengan cepat dan mendapatkan beasiswa Fast Track untuk Program Magister Teknik Sistem Kontrol ITS.
“Keluarga dan teman jadi motivasi belajar. Beasiswa Fast Track melanjutkan studi di Program Magister Teknik Sistem Kontrol ITS juga mendorong untuk menyelesaikan studi lebih cepat,” kata Giselle, Sabtu (20/4/2024).
Ia pun lantas menceritakan pengalaman masa kecilnya. Giselle mengaku, dirinya memulai pendidikan di bangku SD sejak masih berusia 4 tahun di SD Dabasah 2 Bondowoso. Ini tak lepas dari kelihaiannya dalam membaca dan menghitung di usia dini.
Di setiap jenjang pendidikan, Giselle selalu menjadi pelajar termuda di antara lainnya. Meski begitu dia bisa beradaptasi dengan cepat dan terus mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Kemahirannya di bidang fisika, membuat Giselle gemar mengeksplorasi alat mikrokontroler sejak SMA. Hal itulah yang juga mendasari keputusannya untuk mendaftar ke Departemen Teknik Elektro ITS.
Minatnya pada sistem kontrol tersebut dituangkan dalam tugas akhirnya yang berjudul ‘Kontrol Pembagian Tugas Multiagen Menuju Multitarget dengan Penghindaran Halangan menggunakan Artificial Potential Field’.
“Pada dasarnya, penelitian ini mengatur bagaimana sistem mengambil keputusan secara otomatis berdasarkan kondisi yang diberikan,” jelas putri dari almarhum Iwan Sugiharto dan Tryphena Hage tersebut.
Adapun multiagen yang dikembangkannya itu berupa 7 buah drone yang masing-masing memiliki 4 baling-baling atau disebut quadcopter. “Penelitian ini memanfaatkan daya tolak dan daya tarik yang diberikan pada agen, target dan halangan yang ada,” jelasnya.
Diketahui, Giselle juga aktif di Himatektro. Bahkan ia menjadi asisten laboratorium, membimbing mahasiswa dan menyediakan alat praktikum. Dengan semangat untuk berkontribusi dalam bidang akademik, Giselle berharap pengalaman di ITS akan membantu karirnya di masa depan. [ipl/ian]






