Surabaya (beritajatim.com)— Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Eko Yunianto, menilai ribuan ASN dan PPPK yang baru saja dilantik harus menjadi motor perubahan pelayanan publik, bukan hanya pelengkap struktur birokrasi.
Eko menekankan bahwa tantangan ASN ke depan membutuhkan lebih dari sekadar kehadiran administratif. “Sebagai pelayan publik, Anda adalah wajah dari negara. Integritas bukan pilihan, melainkan kewajiban,” tegas Eko, Jumat (1/8/2025).
Pelantikan 4.172 ASN dan PPPK oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa, menurut Eko, menjadi momentum untuk membenahi arah kebijakan pengembangan sumber daya aparatur. Dia meminta agar penempatan ASN berbasis pemetaan kompetensi, bukan senioritas semata.
“Jangan pernah meminta atau menerima gratifikasi. Etika harus dijaga, bahkan di luar jam kerja sekalipun. Masyarakat berharap Anda menjadi contoh,” ujarnya.
Eko menambahkan bahwa ASN perlu dibekali dengan pelatihan yang relevan dan disesuaikan dengan kebutuhan sektor pelayanan masyarakat. Dia mendorong BKD Jatim untuk mengedepankan strategi rotasi yang mempertimbangkan passion dan capaian kerja individu. “Dunia birokrasi saat ini menuntut kemampuan lintas sektor. ASN dan PPPK harus terus belajar dan menjadi solusi, bukan beban,” ujarnya.
Menurut politisi PDI Perjuangan itu, lima nilai utama harus menjadi karakter dasar ASN masa kini: integritas, kompetensi, empati, disiplin, dan pemahaman tupoksi. Ia mengingatkan bahwa jabatan publik bukan ruang nyaman, melainkan ruang tanggung jawab. “Birokrasi bukan tempat untuk mempersulit. Jadilah solusi, bukan beban. Layani dengan empati dan kecepatan,” tegasnya.
Eko juga mewanti-wanti agar ASN tidak terjebak pada gaya pelayanan yang arogan dan lamban. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab sebagai indikator profesionalisme aparatur. “Patuhi jam kerja, jangan menunda pekerjaan, dan bertanggung jawablah pada setiap tugas. Harus menunjukkan kualitas kerja yang tinggi dan loyal terhadap institusi,” ujarnya.
Eko mengingatkan bahwa pemahaman tupoksi bukan sekadar hafalan jabatan, tapi kunci dalam menentukan arah kontribusi seorang ASN terhadap negara. Ia berharap setiap aparatur tidak ragu bertanya bila menemui kendala dalam bertugas. “Jangan malu bertanya. Dengan memahami tupoksi, Anda akan bekerja lebih fokus, terarah, dan memberikan kontribusi maksimal,” katanya.
Pelantikan ribuan ASN dan PPPK tersebut berlangsung di Graha Unesa, Surabaya, Rabu (16/7). Dengan total 4.172 formasi, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah pengangkatan ASN terbanyak secara nasional tahun ini.[asg/kun]






