Lamongan (beritajatim.com) – Usai menjalani libur lebaran 1443 Hijriyah, para pelajar dari seluruh jenjang pendidikan, baik dari SD, SMP dan SMA di Lamongan kini mulai mengikuti proses belajar mengajar kembali dengan kapasitas 100 persen.
Hal itu seperti yang tampak di SD Negeri 3 Jetis, Jalan Lamongrejo, Kecamatan/Kabupaten Lamongan. Tampak ratusan pelajar tersrbut memadati komplek sekolahnya, pada hari pertama masuk sekolah usai libur lebaran, Senin (9/5/2022).
Meski pada hari pertama masuk sekolah ini tak diisi materi pelajaran secara full dan sudah kembali dipulangkan pada pukul 09.00 WIB, namun mereka terlihat sangat berantusias saat menjalani aktifitas pertamanya kembali ke sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan, Munif Syarif mengungkapkan bahwa Kabupaten Lamongan tak termasuk daerah yang diperpanjang liburnya. Hal itu karena situasi Covid-19 sudah cukup melandai di Lamongan.
“Seluruh jenjang hari ini sudah masuk, semua instansi sudah Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen. Memang ada beberapa daerah yang diperpanjang liburnya, tapi di Lamongan tidak,” ungkap Munif Syarif, saat dikonfirmasi, Senin (9/5/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”sekolah-lamongan”]
Kendati demikian, Munif menyebut, jika PTM ini bersifat tentatif atau dapat berubah sewaktu-waktu karena harus mengikuti situasi dan kondisi yang ada.
“Iya tentatif, karena masih suasana Covid-19 ditambah Hepatitis Akut juga, apalagi yang di daerah rawan banjir bisa diliburkan, apabila air kembali menggenang di kawasan sekolahnya,” terangnya.
Secara khusus mengenai antisipasi terhadap penularan Hepatitis Akut yang bisa saja menyerang para pelajar ini, Munif mengimbau kepada para masyarakat, baik tenaga pendidik maupun orang tua pelajar untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan menjaga pola hidup sehat.
“Prokes dan perlengkapan sarana prasarana di lingkungan sekolah harus tetap diberlakukan. Kalau Hepatitis belum terdeteksi, kelompok rentan ada di pelajar SD sederajat,” pungkasnya.[riq/ted]






