Lamongan (beritajatim.com) – Kementerian Pertanian memastikan ketersediaan air untuk sektor pertanian di Kabupaten Lamongan, khususnya wilayah selatan, tetap aman menjelang musim kemarau 2026. Langkah antisipasi langsung disiapkan untuk menjaga produktivitas padi petani.
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Hermanto, menyampaikan kepastian tersebut saat meninjau kondisi Waduk Wonokromo di Kecamatan Tikung bersama Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, Jumat (10/4/2026).
Hermanto menjelaskan, kondisi air waduk saat ini masih dalam kategori aman dengan ketinggian mencapai sekitar tiga meter. Namun, ia menekankan pentingnya pengelolaan distribusi air secara optimal agar mampu menjangkau seluruh lahan pertanian selama musim kemarau.
“Kami memastikan bahwa pertanaman padi yang sudah berjalan tidak mengalami kekeringan. Air di waduk masih cukup. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya agar bisa mengalir ke lahan pertanian,” kata Hermanto.
Sebagai langkah percepatan, Kementan bersama pemerintah daerah akan memasang sistem irigasi perpompaan. Targetnya, dalam waktu satu minggu air dari waduk sudah dapat dialirkan ke sawah petani.
Langkah ini dinilai krusial karena sebagian tanaman padi telah memasuki usia lebih dari satu bulan, yang merupakan fase rentan terhadap kekeringan. Dengan pasokan air yang terjaga, tanaman diproyeksikan mampu bertahan hingga masa panen pada Juni mendatang.
Selain itu, upaya antisipasi juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk melakukan normalisasi waduk dan sungai guna meningkatkan kapasitas tampung serta distribusi air.
“Intinya, kita pastikan sumber-sumber air ini diperbanyak dan dimanfaatkan secara maksimal. Dengan begitu, saat musim kemarau, kita tidak kekurangan air untuk pertanian,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan komitmennya menjaga masa tanam kedua (MT2) agar tidak mengalami puso atau gagal panen.
“Sumber-sumber air yang masih ada sudah kami petakan, sehingga pada MT2 ini kami upayakan tidak ada yang mengalami gagal panen,” ujarnya.
Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu optimistis produktivitas pertanian Lamongan tetap terjaga. Ia menyebut bantuan irigasi perpompaan dan perpipaan dari Kementan akan segera dipasang dalam waktu dekat.
“Pak Dirjen sudah menyiapkan bantuan irigasi perpompaan dan perpipaan. Insyaallah dalam minggu ini akan segera dikirim dan langsung kita pasang tanpa menunggu lama,” katanya.
Pemkab Lamongan juga telah menginventarisasi berbagai kebutuhan teknis untuk mempercepat distribusi air ke lahan pertanian, guna menjaga stabilitas produksi pangan di tengah ancaman musim kemarau.
“Kami menguatkan kesiapan, untuk mempertahankan predikat sebagai lumbung pangan di Jawa Timur ini,” pungkasnya. [fak/beq]






