Jombang (beritajatim.com) – Usai mengikuti pagelaran tari remo massal di alun-alun, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang, Senen, dilanda kepanikan. Telepon seluler (ponsel) miliknya raib entah kemana, Selasa (11/10/2022).
Saat Senen mulai menari, ponsel tersebut tertinggal di meja. Lokasinya di panggung pejabat. Di panggung itu ada juga meja Bupati Jombang Mundjidah Wahab, Wabup Sumrambah, Sekdakab Agus Purnomo, Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat, serta pejabat lainnya.
Senen juga sempat menyampaikan sambutan sebelum tari remo massal dimulai. Dia menjelaskan secara panjang lebar tentang pagelaran tari remo boletan secara massal dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-112 Pemkab Jombang. Senen juga mengatakan bahwa tari remo massal diikuti 41.112 peserta.
Usai Senen, giliran Bupati Jombang menyampaikan sambutan. Setelah itu, semua pejabat turun ke lapangan untuk mengikuti tari massal. Senen mengenakan kaus putih. Selendang warna hijau melingkar di lehernya. Senen berlenggak-lenggok. Alunan gamelan berirama rancak mengiringi. Tari remo boletan massal berlangsung sekitar 20 menit.
[berita-terkait number=”5″ tag=”disdikbud-jombang”]
Senen langsung menuju meja. Dia terlihat panik pandangannya menyapu permukaan meja tersebut. Bahkan sempat berjongkok untuk mengintip lokasi bawah meja. “HP saya tidak ada. Saya tadi lupa. HP tertinggal di meja. Sekarang tidak ada,” kata Senen.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Pemkab Jombang Muhdlor, yang ada di sebelah Senen, tak kalah panik. Menggunakan HP miliknya, dia berulang kali memencet nomor ponsel milik koleganya itu. Ada nada sambung, tapi tidak diangkat. Dicoba lagi. Gagal lagi.
Senen yang yakin ponselnya hilang langsung menghampiri Kapolsek Jombang AKP Soesilo. Keduanya terlibat obrolan. Setelah itu Senen bergegas. Beberapa saat kemudian mantan Camat Mojoagung ini muncul kembali. Senyum terpulas di bibirnya. Tangan kanannya membawa ponsel bertutup hitam.
“Alhamdulillah sudah ketemu. Ternyata saat ketinggalan di meja, HP saya diamankan teman-teman protokoler,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Kepala BKD-PP (Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan dan Pelatihan) ini. [suf/kun]






