Kediri (beritajatim.com) – Setelah melakukan deklrasi, pegiat lingkungan dari lintas komunitas yang tergabung dalam Pelestari Kawasan Wilis (Perkawis) mengadakan penghijauan. Mereka menanam 1.000 bibit tanaman di kawasan Gunung Wilis tepatnya di Dusun Kalibago, Desa Kalipang, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri.
Selain menanam bibit tanaman, mereka juga melepaskan puluhan ekor burung ke alam bebas dan menabur benih ikan di DAM Kalibago. Aksi tersebut merupakan wujud nyata upaya melestarikan kawasan wilis untuk mengembalikan marwahnya sebagai Gunung Air.
Rangkaian kegiatan Perkawis sendiri berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu. Para pegiat lintas komunitas dan masyarakat dari enam daerah di Kawasan Wilis yaitu Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Nganjuk, dan Kediri (Tunggal Rogo Mandiri) berkumpul bersama dalam aksi sosial tersebut.

[berita-terkait number=”4″ tag=”Gunung-Wilis”]“Fungsi kita akan mengatur marwah dan fitrah Gunung Wilis sebagai Gunung Air. Karena apa? Saat ini kompilasi musim kemarau terjadi kekeringan, dan kompilasi musim penghujan terjadi longsor. Ini momen paling berharga bagi kita yang bisa disponsori di Tunggal Rogo Mandiri. Kita bersatu dan mendukung untuk mewujudkan kembali Wilis sebagai beteng ketahanan ekologi, ketahanan darurat dan ekonomi,” kataTofan.
Dalam prosesi deklarasi dan aksi tanam pohon dihadiri sedikitnya 19 kelompok masyarakat dalam wadah perkumpulan yang disetujui bersama dalam deklarasi tersebut. Hadir dalam aksi tanam pohon di lereng Wilis adalah Kades Kalipang Agus, Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto, Anggota DPRD Kabupaten Kediri M. Hasyim, dan Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim dari PKB Amar Saifudin.
“Kami sangat mendukung upaya pelestatian kawasan Gunung Wilis ini. Dan kami siap bila dilakukan heraing di Dewan,” kata Dodi, usai melakukan penanaman bibit kelapa. [nm/but]






