Malang (beritajatim.com) – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang yang dipimpin Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin meninjau kesiapan personel jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, pada Rabu, (18/3/2026).
Bersama Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana mereka mengecek sarana dan prasarana di Pos Pengamanan (Pos Pam), Pos Pelayanan (Pos Yan), serta sejumlah masjid besar. Forkopimda Kota Malang ingin memastikan masyarakat dapat beribadah dan bermobilitas dengan aman dan nyaman.
“Kami mengapresiasi peran tokoh agama dan masyarakat yang telah menjaga suasana Kota Malang tetap kondusif. Melalui pengecekan ini, sekaligus mengajak semua pihak menjaga toleransi dan persatuan,” kata Wahyu Hidayat.
Rombongan Forkopimda berangkat dari Balai Kota Malang dengan mengawali pemantauan ke Pos Pelayanan di Jalan Trunojoyo, Stasiun Kota Baru, Pos Pantau Alun-Alun Merdeka, Masjid Agung Jami’, Masjid Quba di Kelurahan Bareng, Masjid Al-Ikhlas di Jalan Raya Langsep serta Masjid Ahmad Yani di Jalan Kahuripan.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan suasana Idul Fitri yang khusyuk dan harmonis, sebagai upaya agar masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk,” ujar Wahyu.
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis menegaskan bahwa pengecekan menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan soliditas antar unsur pengamanan dan masyarakat.
“Kita bersyukur masih diberikan kesehatan untuk melaksanakan tugas pengabdian dalam pengamanan Idul Fitri. Kami memastikan seluruh personel dan sarana prasarana siap mendukung pelayanan kepada masyarakat secara maksimal,” tegasnya.
Putu meminta personel yang bertugas termasuk masyarakat untuk mewaspadai potensi gangguan keamanan, seperti pencurian rumah kosong, kepadatan arus lalu lintas hingga kesalahpahaman yang memicu gangguan kondusifitas.
“Kami mengajak personel untuk membangun komunikasi yang baik, serta mengimbau masyarakat tidak melakukan takbir keliling secara berlebihan, selain itu menjaga toleransi, tidak mudah terprovokasi, serta meningkatkan kewaspadaan saat meninggalkan rumah untuk mudik,” ujar Putu.
Putu berharap sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif selama perayaan Idul Fitri.
“Semoga Idul Fitri tahun ini berjalan aman, tertib, dan lancar. Momentum ini juga harus menjadi ajang mempererat silaturahmi persaudaraan serta memperkuat persatuan dan kesatuan,” kata Putu. [luc/aje]






