Gresik (beritajatim.com)– Naas dialami oleh Didi Reva Putranto (16) seorang pelajar yang kakinya membusuk usai bermain bola. Anak kelima dari tujuh bersaudara pasangan Iriyanto (65), dan Sri Handayani (55) itu. Tidak menyangka anak kesayangannya tiba-tiba kaki kanannya melepuh lalu membusuk.
Didi nama panggilannya sehari-hari. Tinggal bersama tujuh saudaranya di Perumahan Kota Baru Driyorejo (KBD) di Jalan Bhirma V/HV 06. Orang tua Didi, Iriyanto cuma kerja serabut. Sementara ibunya, Sri Handayani cuma ibu rumah tangga.
Saat ini, Didi masih tergolek lemas di ruang Shofa 9 RS Randegan Sari Husada Driyorejo, Gresik. Kaki kanannya, masih terbalut gip putih hingga sepaha.
Menurut penuturan ayahnya Iriyanto, kejadian yang menimpa ayahnya terjadi sebulan lalu pada 3 Juli 2019. Saat itu, Didi bermain bola bersama rekannya tak jauh dari tempat tinggalnya. Usai bermain, tiba-tiba kaki sebelah kanannya merasakan nyeri seperti ditackle. Namun, sewaktu dipijatkan serta diolesi minyak pijat tidak terjadi apa-apa.
Selang satu hari kemudian, Didi kaget melihatnya kakinya melepuh seperti kena air panas. Kuatir dengan kondisi anaknya. Ayahnya langsung membawanya ke RS Randegan Sari Husada.
“Saat diperiksa dan di-rontgent tidak terjadi apa-apa. Tapi, ketika beberapa hari kemudian anak saya kakinya melepuh lalu ada semacam cairan seperti nanah,” ujarnya kepada wartawan, Senin (5/08/2019).
Kaki melepuh yang dialami Didi bertambah parah. Namun, apa daya kondisi orang tuanya yang tidak mampu membuat orang tuanya cuma pasrah. Bahkan, sakit yang dialami Didi itu juga diketahui oleh tetangganya. Merasa ibah akibat sakit yang dialami Didi itu. Warga setempat bergotong-royong membantu pengobatan Didi.
“Warga berusaha agar Didi bisa diobati kendati sekali berobat butuh biaya Rp 300 ribu perharinya,” tutur Supriyatin (45) selaku pengurus RT 25 RW 10.
Empati yang dirasa warga terkait dengan kejadian ini juga mengundang komunitas supporter Persebaya, Bonekmania. Bahkan, komunitas tersebut siap menggalang dana untuk pengobatan Didi.
“Saya tadi malam ditelepon sama orang yang mengaku dari Bonekmania meminta alamat rumah buat membantu pengobatan anak saya,” ungkap Irianto berkaca-kaca.
[berita-terkait number=”3″ tag=”gresik”]
Nama Didi yang sempat viral di medsos karena butuh bantuan pengobatan, membuat direktur salah satu rumah sakit di Sembayat Manyar, Gresik, dr Aslachlul Alief bersedia mengobati Didi secara gratis meski dirawat di RS Randegan Sari Husada.
“Awalnya mau dirawat di RS Fatma Medika. Tapi, setelah melihat kondisi Didi yang tidak mau lepas dari ibunya. Akhirnya, tetap dirawat di RS Randegan Sari Husada, dan tetap dalam pengawasan,” tandas Mushafa utusan dr Alief. [dny/ted]






