RINGKASAN BERITA:
- Secara kumulatif, 129.025 jemaah dan petugas haji atau sekitar 62 persen telah tiba di Indonesia.
- Kemenhaj mengingatkan jemaah untuk memperketat pengawasan dokumen vital seperti paspor dan boarding pass.
- Kelancaran operasional ditopang kepatuhan jemaah yang tidak menyelundupkan air zamzam ke koper bagasi.
- Mobilisasi gelombang kedua dari Makkah menuju Madinah telah menggeser total 87.496 jemaah dan petugas.
Makkah (beritajatim.com) — Fase pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama dan kedua berjalan progresif dengan mencatatkan total kepulangan sebanyak 129.025 jemaah dan petugas ke tanah air.
Angka kumulatif tersebut menandakan bahwa sekitar 62 persen dari total keseluruhan kuota haji Indonesia telah sukses didebarkasikan kembali ke tanah air dengan aman dan tertib.
Hingga Sabtu (20/6/2026), grafik kedatangan di berbagai bandara debarkasi dalam negeri mencatat sebanyak 329 kelompok terbang (kloter) telah mendarat resmi. Manifes tersebut mencakup rincian operasional sebanyak 127.709 jemaah reguler didampingi oleh 1.316 petugas kloter.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, pergerakan jemaah di fungsional bandara daker terpantau kondusif berkat kedisiplinan jemaah dalam mematuhi batas maksimal muatan barang bawaan yang ditetapkan maskapai penerbangan.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menekankan bahwa esensi kemabruran ibadah haji yang hakiki justru baru akan diuji saat para jemaah kembali berbaur di tengah ekosistem masyarakat asal mereka masing-masing.
“Perjalanan haji tidak berhenti ketika jemaah tiba di rumah. Justru dari sanalah pengabdian baru dimulai. Nilai kemabruran harus tercermin dalam sikap, kepedulian, serta kontribusi nyata kepada keluarga dan masyarakat,” ujar Maria Assegaff di Makkah, Sabtu (20/6/2026).
Berdasarkan komparasi data statistik operasional, Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah telah melayani pemulangan sebanyak 267 kloter, yang terdiri atas 103.687 jemaah dan 1.066 petugas, dengan total pasokan 104.753 orang.
Sementara itu, pintu keluar gelombang kedua via Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz di Madinah mencatatkan penerbangan sebanyak 70 kloter yang mengangkut total 27.179 orang, dengan rincian 26.898 jemaah dan 281 petugas.
Di sisi lain, mobilitas vertikal jemaah antar-kota peribadatan dari Makkah menuju Madinah masih terus dipacu. Hingga hari ini, sebanyak 226 kloter yang mengompilasi 86.592 jemaah dan 904 petugas (total 87.496 orang) telah sukses digeser ke Madinah untuk menyelesaikan program Arbain sebelum kepulangan. Untuk lini jemaah haji khusus, tercatat sebanyak 15.802 orang yang terbagi atas 15.066 jemaah dan 736 petugas juga telah mendarat di tanah air.
Mengingat tingginya tensi pergerakan massa di bandara, Kemenhaj mengeluarkan imbauan keras agar jemaah tidak lengah terhadap kepemilikan dokumen-dokumen vital pribadi. Jemaah dilarang keras menitipkan paspor, kartu identitas haji, maupun boarding pass kepada sesama jemaah ataupun pihak ketiga yang tidak berkepentingan.
Kemenhaj juga mengapresiasi tingginya kepatuhan jemaah yang tidak memaksakan diri memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi atau tas kabin, yang berpotensi memicu delay penerbangan akibat pembongkaran paksa oleh otoritas bandara.
“Kepatuhan jemaah bukan hanya memudahkan proses pemeriksaan, tetapi juga menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan. Air zamzam telah disiapkan dan akan dibagikan secara resmi di debarkasi masing-masing, sehingga jemaah tidak perlu membawanya di dalam koper,” terang Maria.
Manajemen Kemenhaj turut menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, tenaga kesehatan, serta seluruh elemen PPIH yang terus bersiaga menjaga ritme kerja operasional hingga kloter terakhir haji 2026 tuntas diterbangkan. [ian/MCH]






