RINGKASAN BERITA:
- Sebanyak 100.125 jemaah haji Indonesia telah mendarat di Tanah Suci hingga hari ke-17 operasional.
- Tercatat 12 jemaah wafat dengan penyebab terbanyak akibat penyumbatan pembuluh darah jantung dan radang paru-paru.
- Fase kedatangan gelombang kedua via Bandara Jeddah dimulai dengan kewajiban mengenakan ihram dari embarkasi.
- Petugas PPIH menyiagakan layanan kesehatan bagi 72 jemaah yang saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi.
Makkah (beritajatim.com) – Sebanyak 100.125 jemaah haji Indonesia telah mendarat di Tanah Suci hingga memasuki hari ke-17 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.
Data tersebut mencakup jemaah yang saat ini masih berada di Madinah maupun yang sudah bergeser ke Makkah untuk melaksanakan umrah wajib dan bersiap menghadapi puncak haji di Armuzna.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, pergerakan jemaah kini mulai memasuki fase transisi yang dinamis.
Berdasarkan data per Rabu (6/5/2026), sebanyak 103.690 jemaah dan 1.064 petugas yang tergabung dalam 367 kelompok terbang (kloter) secara total telah diberangkatkan dari berbagai embarkasi di tanah air.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Ichsan Marsha, merinci bahwa dari total jemaah yang sudah mendarat di Madinah, sebanyak 42.340 jemaah dan 436 petugas dari 109 kloter telah tiba di Makkah.
Angka ini akan terus bertambah seiring dimulainya kedatangan jemaah gelombang kedua yang terbang langsung dari tanah air menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.
Statistik Kesehatan dan Jemaah Wafat
Di balik kelancaran arus kedatangan, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terus memantau kondisi kesehatan jemaah di tengah suhu ekstrem Arab Saudi yang mencapai 38 hingga 44 derajat Celsius.
Tercatat sebanyak 14.919 jemaah menjalani rawat jalan, 153 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 271 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi.
Hingga saat ini, 72 jemaah masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat. Kabar duka juga menyertai operasional tahun ini dengan total 12 jemaah yang dinyatakan wafat.
Data wafat terbaru adalah Akhmad Nurokhman Zaini (SOC 08) asal Brebes dan Aman Satim (JKB 05) asal Tangerang yang meninggal dunia pada Rabu (6/5/2026).
“Penyebab wafat yang paling banyak adalah penyumbatan pembuluh darah ke jantung serta radang paru-paru. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Ichsan Marsha.
Ketentuan Gelombang Kedua dan Jalur Fast Track
Fase pemberangkatan gelombang kedua telah dimulai sejak Rabu (6/5/2026) yang diawali dengan kloter LOP-12 dari Lombok. Memasuki hari ini, Kamis (7/5/2026), Bandara Jeddah akan menerima 15 kloter tambahan, termasuk kloter SOC 44 asal Solo yang dijadwalkan menjadi rombongan perdana jalur fast track pada pukul 07.55 WAS.
Mengingat jemaah gelombang kedua akan langsung dimobilisasi menuju Makkah setibanya di Jeddah, Kemenhaj mewajibkan jemaah untuk mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi di tanah air. Hal ini bertujuan untuk efisiensi waktu karena padatnya lalu lintas di bandara dan guna menghindari risiko terlewati titik miqat Yalamlam saat di pesawat.
“Kami mengingatkan kepada Jemaah haji gelombang kedua agar mempersiapkan diri dengan mengenakan pakaian ihram sejak dari Embarkasi Haji untuk mempermudah proses keberangkatan Jemaah dari bandara Jeddah menuju Makkah,” tegas Ichsan.
Kemenhaj juga mengimbau jemaah untuk disiplin menjaga hidrasi dan stamina mengingat fase Armuzna yang semakin dekat menuntut kondisi fisik yang prima. [ian/MCH]






