Ponorogo (beritajatim.com) – Menjelang musim penghujan, potensi bencana banjir dan tanah longsor menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo. Sebagai langkah antisipasi, BPBD Ponorogo melakukan pengecekan menyeluruh terhadap sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) yang telah terpasang di sejumlah titik rawan bencana. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan masyarakat dan meminimalkan risiko ketika curah hujan tinggi tiba.
Dari hasil pengecekan oleh anggota BPBD Ponorogo, dari 6 unit EWS banjir yang telah terpasang, 3 di antaranya mengalami kerusakan, sehingga membutuhkan perbaikan. Alat EWS banjir yang membutuhkan perbaikan tersebut terpasang di Sungai Tempuran, Sungai Gendol, dan Sungai Grenteng. Mayoritas kerusakan disebabkan oleh aki yang sudah tidak berfungsi maksimal, sehingga peringatan tidak dapat diberikan secara optimal saat debit air sungai meningkat melebihi ambang batas aman.
“Kami rencanakan perbaikan dalam waktu dekat agar alat kembali berfungsi maksimal dan dapat memberikan peringatan dini kepada masyarakat sekitar,” kata Marsanto.
Sementara itu, untuk alat deteksi dini tanah longsor, terdapat 1 unit yang sebelumnya terpasang di kawasan Tugunongko, Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, yang kini disimpan di balai desa setempat. Hal itu dilakukan karena aki pada alat tersebut hilang, yang kemungkinan dicuri.
“Alat ini kami simpan di balai desa untuk sementara, dan segera kami upayakan perbaikan agar bisa kembali berfungsi,” ungkapnya.
Keberadaan sistem peringatan dini seperti EWS memiliki peran yang sangat penting dalam menghadapi potensi bencana alam. Alat ini memberikan sinyal peringatan saat tanda-tanda longsor atau kenaikan debit air terdeteksi, sehingga warga dapat segera bersiap menyelamatkan diri sebelum bencana terjadi. Partisipasi warga dalam menjaga alat peringatan dini dan mematuhi prosedur keselamatan akan sangat membantu untuk mengurangi risiko bencana di wilayah mereka.
“Kami berharap warga ikut merawat dan menjaga EWS sebagai upaya perlindungan bersama,” tutup Marsanto. [end/aje]






