Jakarta (beritajatim.com) – Perusahaan tembakau terkemuka, PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna),
meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan
Hidup (PROPER) Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia,
yang diumumkan oleh jajaran tim PROPER KLHK kepada para pemenang dan masyarakat luas secara
virtual pada akhir 2021 lalu.
Kepala Urusan Eksternal Sampoerna Ishak Danuningrat menyatakan bahwa pencapaian ini akan menjadi
motivasi bagi puluhan ribu karyawan Sampoerna untuk senantiasa meningkatkan kinerja, terutama dalam
aspek pengelolaan lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat guna mengemban amanah yang
diterima, sekaligus melangkah menuju PROPER Emas.
“Kami bangga atas apresiasi yang diberikan oleh KLHK kepada kami, dan kami berkomitmen untuk terus
melakukan upaya kontinyu untuk memperhatikan keberlangsungan lingkungan di tempat kami
beroperasi. Perolehan penghargaan PROPER Hijau sejalan dengan praktik-praktik keberlanjutan kami
selama ini, khususnya di pabrik kami di Sukorejo. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur
Jawa Timur beserta jajaran dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur atas dukungan dan
bimbingan yang diberikan selama ini,” tutur Ishak.
PROPER, yang merupakan program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan
lingkungan, tentunya tidak diberikan oleh KLHK kepada sembarang perusahaan atau organisasi.
Kriterianya yang cukup ketat pun terdiri dari dua tahapan, yakni kriteria Penilaian Ketaatan dan Beyond
Compliance atau kriteria penilaian lebih dari yang dipersyaratkan.
“Pencapaian ini menjadi salah satu wujud manifestasi kontribusi kami dalam mewujudkan Indonesia
Maju, melalui payung program Sampoerna untuk Indonesia yang berfokus pada pengembangan usaha
mikro, kecil, dan menengah (UMKM); peningkatan kesejahteraan petani; mendukung pemulihan ekonomi
nasional; dan pengurangan jejak lingkungan,” jelasnya.
Sampoerna menerima penghargaan PROPER Hijau seiring dengan upaya-upaya keberlanjutannya yang
diwujudkan melalui berbagai program dalam ruang lingkup pengelolaan lingkungan. Dalam isu ketahanan
air contohnya, Sampoerna mendorong pengelolaan dan penggunaan air yang adil secara sosial dan ramah
lingkungan, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait.
Praktik keberlanjutan air Sampoerna pun mendapatkan pengakuan sebagai perusahaan pertama di
Indonesia yang mendapatkan Sertifikat Standar tata kelola air dari Alliance for Water Stewardship, yang
bertujuan untuk mendukung inisiatif para pemain industri dalam penatalayanan air di wilayah
operasional.
Isu lingkungan lainnya yang tengah marak dibahas saat ini merupakan pemanfaatan energi dan
pengurangan emisi karbon. Pabrik Sampoerna di Sukorejo, Jawa Timur memiliki cara tersendiri untuk
menanggulanginya, yakni melalui teknik Chiller Optimizer yang menggunakan alat otomatis yang
termonitor secara online, untuk mengurangi penggunaan energi yang dihasilkan dari unit proses produksi.
Praktik ini merupakan inovasi pertama di Indonesia, yang telah berhasil menurunkan penggunaan energi
di pabrik Sampoerna hingga 1.848 Gigajoule sepanjang tahun 2020.
Lebih lanjut, Sampoerna melakukan kajian LCA (lifecycle assessment) untuk mengkaji hotspot dari aktivitas
proses utama dan pendukung yaitu emisi. Hal ini dilakukan untuk dapat menentukan solusi terbaik guna
menurunkan emisi karbon. Sesuai hasil kajian, Sampoerna menerapkan instalasi magnetic motor chiller
pump, melakukan peningkatan efisiensi kompresor, dan memanfaatkan teknologi lainnya untuk
menurunkan emisi karbon.
Pokok bahasan selanjutnya yang dinilai melalui PROPER merupakan penerapan good agricultural practices
yang telah dijalankan oleh Sampoerna selama ini, terutama dalam memberdayakan para petani cengkih.
Inisiatif ini diwujudkan melalui berbagai program pelatihan, CSR dan pembangunan infrastruktur. Bahkan,
hingga saat ini Sampoerna telah mendirikan 21 hub yang tersebar di sentra-sentra produksi cengkih di
berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, Sampoerna juga menyediakan fasilitas Sampoerna
EntrepreneurshipTraining Center (SETC) sebagai pusat pelatihan kewirausahaan terpadu guna
mendukung upaya pemerintah dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan
UMKM.
KLHK juga menambahkan kriteria sensitivitas dan daya tanggap perusahaan terhadap kebencanaan dalam
penilaian aspek pemberdayaan masyarakat pada PROPER periode 2020-2021. Ini menyikapi pandemi
COVID-19 yang merebak di tanah air sejak Maret 2020 lalu.
“Selama pandemi COVID-19, perusahaan kami menjalankan segala aturan dan kebijakan pemerintah
terkait protokol kesehatan dengan sangat baik dan ketat. Amanah ini kami jalankan bukan untuk
mengikuti aturan semata, namun untuk melindungi keluarga besar karyawan Sampoerna,” ujar Ishak.
“Selain itu, kami juga menyediakan pelatihan melalui Sampoerna Rescue (SAR) untuk membantu
meningkatkan keterampilan tanggap bencana bagi seluruh karyawan kami dan masyarakat sekitar.”
Sampoerna memperoleh Peringkat Hijau bersama dengan 186 perusahaan lainnya, dari total 2.593
perusahaan yang dinilai. Dengan begitu, pencapaian tersebut membuktikan bahwa pengelolaan kegiatan
operasional di Sampoerna sudah berjalan dengan baik dan efisien, serta dapat memberikan manfaat
terhadap pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sekitar.
“Bagi kami, kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat merupakan bagian dari praktik keberlanjutan
bisnis, sehingga sudah menjadi komitmen sekaligus budaya perusahaan. Hal ini sejalan dengan komitmen
Sampoerna untuk Indonesia, yang merupakan payung dari program keberlanjutan kami untuk mendukung
pemerintah mencapai visi mewujudkan Indonesia Maju,” tutup Ishak. [kun]






