Bojonegoro (beritajatim.com) – Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025 di Kabupaten Bojonegoro tercoreng oleh tindakan tidak disiplin sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN). Ratusan ASN diketahui meninggalkan lokasi sebelum acara resmi ditutup, memicu respons keras dari Bupati Setyo Wahono.
Insiden ini terjadi pada Selasa, 28 Oktober 2025, sesaat setelah sesi penyerahan penghargaan. Tanpa menunggu rangkaian acara selesai, banyak ASN terlihat meninggalkan lapangan upacara secara berkelompok.
Melihat langsung kejadian tersebut, Bupati Setyo Wahono menyampaikan teguran terbuka di hadapan peserta upacara. Dengan nada tegas, ia menekankan pentingnya etika dan disiplin sebagai pelayan publik.
“Kita harus disiplin, karena kita ini melayani masyarakat. Kalau kita tidak tertib dan tidak menghargai forum resmi, maka masyarakat pun tidak akan menghargai kita,” ujar Bupati.
Ia menyesalkan sikap para ASN yang dinilai mencoreng citra birokrasi dan memberi contoh buruk kepada masyarakat. Sebagai tindak lanjut, Bupati memerintahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menjatuhkan Surat Peringatan (SP) 1 kepada ASN yang terbukti meninggalkan upacara sebelum selesai.
“Saya minta OPD masing-masing segera memberikan SP (surat peringatan) 1 sebagai bentuk pembinaan dan peringatan,” tegasnya.
Langkah ini diharapkan menjadi efek jera dan memperkuat komitmen ASN terhadap integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas negara. Sikap meninggalkan forum resmi dinilai mencerminkan kemunduran mentalitas sebagai abdi negara. [lus/suf]






