Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) ditunjuk menjadi tuan rumah Grand Final Duta Santri Nasional 2023. Ajang ini dinilai sebagai langkah positif dalam menyiapkan santri untuk menjadi pemimpin masa depan.
Rektor Unusa Prof Achmad Jazidie mengatakan bahwa jihad di zaman teknologi digital seperti sekarang ini tidak lagi merujuk pada pertempuran, tapi lebih kepada perjuangan intelektual.
Ia menyebut, ada 4 hal yang menjadi tantangan dalam jihad seorang santri. Pertama, memperjuangkan keadilan. Kedua, meningkatkan pendidikan. Ketiga, mengupayakan kesehatan, dan terakhir menghapus kemiskinan.
Baca Juga: Liga 1 Esports Nasional 2023 Berlangsung di Surabaya, 12 Tim Calon Bibit Timnas Bersaing
“Unusa sebagai lembaga pendidikan melakukan upaya kontribusi, dengan membentuk research center dan research group di masing-masing fakultas. Dan bentuk implementasi tersebut adalah terwujudnya pusat penelitian Center of Environmental Health for Pesantren (CEHP),” kata Prof Jazidie, Jumat (20/10/2023).
Ia berharap, para santri sebagai pejuang ilmu, terus semangat untuk berjihad intelektual dalam mengembangkan pengetahuan dan mengikuti transformasi teknologi digital.
“Kami bersyukur atas kepercayaan (sebagai tuan rumah, red) yang diberikan, serta meyakini acara ini akan menjadi wadah bagi para santri muda menunjukkan potensi terbaik mereka, dan mengekspresikan pemikiran dalam memajukan peradaban global,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum Duta Santri Nasional Syifa’ Nurda Mu’affa mengatakan jika kompetisi ini merupakan upaya menumbuhkan bakat para santri dalam berbagai bidang, sekaligus memberikan dampak positif pada kemajuan bangsa.
Baca Juga: Menteri ATR/Kepala BPN Hadi Tjahjanto ke Sedati Gede Sidoarjo
“Kompetisi ini kami adakan setiap dua tahun sekali sebagai wujud komitmen dalam membangun negeri dan mendorong para santri menjadi agen perubahan yang positif, kami percaya santri memiliki peran sangat penting menciptakan perdamaian dunia,” ujarnya.
Duta Santri Nasional kali ini mengusung tema ‘Santri Membangun Peradaban dan Perdamaian Dunia’. Duta Santri Nasional telah menjadi bagian penting sejak 2016 dalam perayaan Hari Santri Nasional.
Kompetisi ini diikuti 6.431 santri dari 37 provinsi di Indonesia, hingga akhirnya terpilih 48 finalis yang lolos babak grand final. Dua ponpes di Jatim berhasil merebut Duta Santri 2023, masing-masing Ponpes Al Jihad, Surabaya dan Ponpes Luhur Malang.
Baca Juga: PDIP Tunjuk Gibran Jadi Jubir Ganjar-Mahfud
Terpilih sebagai Duta Santri putra atas nama Ahmad Nasikhul Huda dari Ponpes Al Jihad, Surabaya. Sedangkan Duta Santri putri terpilih atas nama Norma Hasanatul dari Ponpes Luhur Malang. [ipl/ian]






