Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menerima kunjungan dari Pondok Pesantren (Ponpes) Ummul Quro Assuyuty, Pamekasan, Jumat (2/12/2022). Kunjungan tersebut untuk membahas teknis kurikulum Community Base Learning (CBL). Dimana Ponpes Ummul Quro Assuyuty tertarik untuk membuka kelas CBL dengan Program Studi (Prodi) Sistem Informasi dan Manajemen.
Direktur Ponpes Ummul Quro Assuyuty KH Achmad Fauzan Lailurrahman menjelaskan bahwa nantinya Unusa akan membuka dua kelas CBL S1 Manajemen dan S1 Sistem Informasi.
“Kedua kelas tersebut karena memang banyaknya permintaan untuk belajar manajemen serta sistem informasi, sehingga kami meminta Unusa untuk membuka CBL di pondok pesantren kami,” ungkapnya.
Dengan membuka kelas CBL ini, Fauzan berharap ke depannya Ponpes Ummul Quro Assuyuty akan membuka perguruan tinggi. “Sehingga langkah ini sebagai salah satu usaha kami untuk mempersiapkan sumber daya yang akan membangun pondok pesantren dengan memiliki perguruan tinggi,” harapnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”unusa”]
Fauzan juga mengaku senang dengan kerjasama kelas CBL ini, sehingga ke depannya saat ponpes sudah memiliki perguruan tinggi, Unusa bisa menjadi pembina perguruan yang dimiliki. “Jadi kami tetap di bawah Unusa dan terus belajar kepada Unusa,” ucapnya.
Sedangkan Wakil Rektor 1 Unusa Prof Kacung Marijan menyambut baik upaya yang dilakukan Ponpes Ummul Quro Assuyuty yang ingin membuka kelas CBL. Dimana dengan kelas CBL itu, lulus yang dihasilkan memiliki kualitas yang sama dengan lulusan Unusa yang belajar reguler. “Sehingga disini kita menyamakan untuk kurikulum yang disiapkan agar lulus kita memiliki kualitas yang sama,” ucapnya.
Kacung berharap dengan dibukanya kelas CBL untuk dua Prodi S1 Manajemen dan S1 Sistem Informasi bisa meningkatkan sumber daya yang ada di Madura. “Dengan begitu, masyarakat Madura bisa belajar di Pondok Pesantren serta dapat pelajaran yang sama dengan mahasiswa yang belajar langsung ke Kampus Unusa,” tandasnya. (ipl/kun)






