Surabaya (beritajatim.com) – Di usianya yang menginjak satu dekade, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) telah menunjukkan taringnya sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesia. Beberapa waktu lalu, Unusa sukses meraih akreditasi unggul dari BAN-PT.
Capaian ini sekaligus menjadikan Unusa sebagai kampus tercepat peraih akreditasi unggul. Sebab, dari 4.523 kampus negeri maupun swasta di Indonesia, sampai 22 November 2023 baru ada 80 akademi, institut, politeknik, sekolah tinggi, dan universitas yang terakreditasi unggul.
Mayoritas, PTN-PTS tersebut berusia di atas 40 tahun, dan sangat sedikit yang berusia 10 tahun ke bawah. Capaian ini tentu menjadi bukti bahwa tata kelola, SDM, proses belajar mengajar, hingga pengembangan sarana prasarana di Unusa telah berjalan sangat baik.
“Unusa termasuk perguruan tinggi yang mampu memenuhi persyaratan-persyaratan terakreditasi Unggul yang ditetapkan oleh BAN-PT,” ujar Rektor Unusa Prof Achmad Jazidie, ditulis Sabtu (25/11/2023).
BACA JUGA:
Unusa Terima Zakat Korporasi dari Bank Mega Syariah
Ia pun menyampaikan apresiasi atas kontribusi seluruh sivitas akademika Unusa, serta seluruh stakeholders terkait yang selama ini bahu-membahu, sehingga Unusa mampu meraih akreditasi unggul tersebut.
Kendati demikian, Prof Jazidie mengingatkan bahwa masih banyak tantangan yang akan dihadapi dan diperbaiki oleh Unusa. Apalagi ketika harus bersaing di level global.
“Akreditasi unggul merupakan pembuka pintu untuk terus berinovasi dan berkontribusi positif pada masyarakat Indonesia dan dunia,” ujarnya.
BACA JUGA:
Unusa Ajukan AIPT, Tim Assesor BAN-PT Lakukan Asesmen Lapangan
Sementara itu, Wakil Rektor 1 Unusa Prof Kacung Marijan, mengaku bangga atas peran aktif seluruh elemen kampus. Menurutnya, akreditasi unggul ini sebagai wujud kerja keras dan dedikasi bersama yang tak kenal lelah.
“Berbagai prestasi dari dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan Unusa menjadi poin penting dalam proses akreditasi ini. Dari karya penilaian, publikasi hingga partisipasi aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, kontribusi seluruh sivitas akademika telah menjadi bagian penting dari penilaian unggul,” ungkapnya. [ipl/beq]






