Surabaya (beritajatim.com) – Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya tengah mematangkan skema pembelajaran jarak jauh dan penerapan work from home (WFH) sebagai tindak lanjut dari kebijakan pemerintah pusat.
Langkah ini merespons Surat Edaran Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Nomor 2 Tahun 2026 yang mendorong efisiensi pola kerja dan pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi.
Rektor Untag Surabaya, Harjo Seputro, mengatakan pihaknya masih melakukan kajian mendalam sebelum kebijakan tersebut diterapkan secara resmi.
“Dalam waktu dekat segera kita putuskan. Ini masih sedang kita kaji untuk pelaksanaan pembelajaran daring,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Dalam skema yang disiapkan, mahasiswa semester lima ke atas akan mengikuti kuliah daring setiap hari Jumat. Sementara itu, tenaga pelayanan kampus akan menjalani sistem kerja dari rumah hingga 50 persen.
Harjo menargetkan sinkronisasi aturan internal kampus dengan kebijakan kementerian rampung dalam waktu dekat. Bahkan, implementasi kebijakan tersebut direncanakan mulai berlaku pekan depan.
“Dalam minggu ini selesai, Insya Allah Senin sudah bisa kita luncurkan untuk pelaksanaan menindaklanjuti edaran dari Pak Menteri,” ucapnya.
Meski demikian, Untag Surabaya menetapkan pengecualian ketat bagi program studi tertentu. Untuk jurusan teknik dan kedokteran, seluruh kegiatan praktikum dan laboratorium tetap dilaksanakan secara luring atau tatap muka.
Harjo menegaskan bahwa kualitas pembelajaran pada bidang-bidang tersebut tidak bisa dikompromikan dengan sistem daring.
“Kedokteran 100 persen luring. Ya, tidak bisa kita tawar itu,” tegasnya.
Sementara itu, mata kuliah umum tetap berpeluang dilaksanakan secara daring sesuai arahan Brian Yuliarto, sebagai bagian dari strategi efisiensi dan adaptasi terhadap dinamika global di sektor pendidikan tinggi. [ipl/beq]






