Surabaya (beritajatim.com) – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mendorong desa-desa di Kabupaten Blitar, khususnya di dua kecamatan yakni Kanigoro dan Doko agar memiliki satu produk unggulan sebagai ciri khas.
Untag Surabaya menilai bahwa kedua wilayah tersebut memiliki potensi yang cukup besar, utamanya di sektor pariwisata, perdagangan dan pertanian.
Koordinator Lapangan KKN Untag Surabaya di Kabupaten Blitar, Eko Aprilianto pun mengaku optimis, dengan adanya potensi tersebut, nantinya dua wilayah ini akan mampu menjadi pusat perekonomian daerah.
“Kanigoro akan menjadi salah satu pusat ekonomi di Kabupaten Blitar. Sebab, terdapat banyak potensi yang bisa dikembangkan, seperti pertanian, perdagangan, dan pariwisata,” ungkap Ari, Jumat (20/01/2023).
Sementara Ketua LPPM Untag Surabaya, Aris Heri Andriawan menjelaskan dipilihnya desa di Kabupaten Blitar sebagai lokasi KKN merupakan bentuk implementasi MoU yang sudah dilakukan antara Untag Surabaya dan Pemkab Blitar.
Aris menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjadikan desa di Kabupaten Blitar sebagai desa mandiri. Salah satu caranya, yakni dengan program One Village One Product, atau setiap desa didorong untuk menciptakan satu buah produk. “Kami mendorong atau ikut berpartisipasi untuk satu desa memiliki satu produk penciri,” kata Aris.
[berita-terkait number=”3″ tag=”untag-surabaya”]
Misalnya di Kanigoro, lanjut Aris, di wilayah ini para ‘Patriot Mengabdi’ Untag Surabaya dapat melakukan pendampingan kepada UMKM, mulai dari perencanaan hingga mengurus promosi serta legalitas produknya.
Dengan begitu, diharapkan jika nantinya ada wisatawan yang berkunjung ke Kanigoro, maka mereka bisa membawa oleh-oleh khas Kanigoro hasil ciptaan UMKM setempat. “Harapannya setelah kembali dari wisata di Kabupaten Blitar bisa membawa oleh-oleh khas desa tersebut,” jelas Aris.
Sedangkan Asisten I Pemerintahan dan Kesra Pemkab Blitar, Tuti Komaryati menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh mahasiswa KKN Untag Surabaya yang telah mengabdi di Kabupaten Blitar. “Semoga warga yang telah mendapatkan ilmu dari teman-teman KKN ini dapat diterapkan sehingga bisa membawa kemanfaatan bagi masyarakat,” tandasnya. (ipl/ted)






