Surabaya (beritajatim.com) – Untag Surabaya membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2024/2025 untuk kelas karyawan lewat jalur hybrid. Tentu ini menjadi peluang bagi para karyawan untuk mendapatkan pendidikan tinggi.
Program ini dirancang khusus oleh Untag Surabaya dengan memberikan fleksibilitas bagi para calon mahasiswa baru yang terhalang faktor geografis, keterbatasan fisik atau waktu dalam perkuliahan.
Kepala Biro Rektorat Untag Surabaya Abraham Ferry Rosando SH MH mengatakan bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk menyediakan pendidikan berkualitas tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Saat ini banyak sekali pekerja yang memiliki keinginan meningkatkan kualifikasi pendidikannya namun terkendala banyak hal. Hadirnya perkuliahan hybrid di Untag Surabaya dapat memberikan feksibilitas dalam mengatur waktu belajar mereka sendiri,” ujar Ferry, Rabu (8/5/2024).
Ia menerangkan, program perkuliahan hybrid di Untag Surabaya menawarkan beragam pilihan program studi jenjang S1 yang telah terakreditasi Unggul. Tujuh di antaranya yakni Prodi Ilmu Komunikasi, Administrasi Negara, Administrasi Bisnis, Ilmu Hukum, Sastra Inggris, Sastra Jepang, dan Ekonomi Pembangunan
Sejalan dengan visi dan misi dalam mencetak lulusan unggul, lanjut dia, seluruh pembelajaran di Untag Surabaya turut didukung oleh pengajar berkompeten serta kurikulum yang terus disesuaikan.
“Sehingga calon mahasiswa baru Untag Surabaya akan mendapatkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan berdaya saing global,” kata Ferry.
Ferry menambahkan, meski pembelajaran dilakukan secara hybrid namun calon mahasiswa baru tidak perlu khawatir karena Untag Surabaya terus berupaya mengoptimalkan ide dan gagasan para mahasiswanya.
“Mahasiswa tetap diberi ruang dan kesempatan untuk menciptakan berbagai karya inovatif baik akademik, non akademik dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Adapun biaya perkuliahan jalur hybrid relatif lebih terjangkau 20-30 persen dibandingkan jalur reguler. Selain itu, calon mahasiswa baru juga akan mendapatkan potongan biaya Dana Pengembangan Pendidikan (DPP) pada setiap gelombang.
“Sebagai contoh saat ini pendaftaran mahasiswa baru telah masuki gelombang II dimana terdapat potongan DPP tambahan sebesar 20 persen hanya hingga 30 Juni 2024 mendatang. Apalagi biaya DPP dapat dilakukan dengan cara diangsur,” jelasnya.
Untuk syarat dan ketentuannya calon mahasiswa baru cukup melampirkan scan ijazah dan SKHUN asli, scan KTP dan Kartu Keluarga asli, scan akta lahir, serta surat keterangan kerja dari pemberi kerja.
Sebagai catatan, jika status pekerjaannya adalah pekerja lepas (freelance), maka surat keterangan yang diberikan adalah dari salah satu klien pemberi pekerjaan. [ipl/but]






