Surabaya (beritajatim.com) – Dua dosen dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Rossalyn Asmarantika dan Veronika Kaban, melakukan penelitian lapangan bagaimana media lokal seperti beritajatim.com mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam operasional keredaksiannya.
Penelitian ini mencakup media online dan radio, baik nasional maupun lokal, dengan beritajatim.com dipilih sebagai salah satu studi kasus utama untuk media lokal di Jawa Timur.
Beritajatim.com, yang berlokasi di Jl Kutisari 2A, Surabaya, menjadi salah satu pilihan karena sudah mulai mengadopsi AI dalam proses newsroom. Salah satu alasan pemilihan media ini dalam riset adalah penerapan teknologi AI yang dianggap inovatif di tingkat media siber lokal.
Menurut Redaktur Pelaksana beritajatim.com, Teddy Ardianto Hendrawan, dipilihnya Newsroom beritajatim.com untuk penelitian ini tidak lepas dari penggunan AI sedari awal atau sejak 1,5 tahun lalu yang belum banyak media lokal lainnya menggunakan seperti saat ini.
“Kami menggunakan AI untuk mendukung operasional newsroom, Dulu masih Trial and Error karena masin masih banyak yang salah. Namun mesin AI sekarang sudah mulai mirip dengan penyuntingan manual oleh editor” ujar Teddy.
Efisiensi Melalui AI di Newsroom
Redaktur beritajatim.com, Ahmad Baiquni, mengungkapkan bahwa pemanfaatan AI di media ini dimulai pada awal 2023. Salah satu fungsi utama AI adalah mempercepat proses penyuntingan naskah.
“Dulu, proses editing manual bisa memakan waktu hingga 30menit. Sekarang, dengan bantuan AI, hanya membutuhkan beberapa menit,” jelas Baiquni.
AI juga membantu menyaring dan merapikan press release yang diterima setiap hari, sehingga tim redaksi dapat lebih fokus pada pembuatan konten yang relevan dan berkualitas.
Meski AI memberikan efisiensi, Baiquni menegaskan bahwa teknologi ini hanya digunakan sebagai alat bantu. “Kami tetap mematuhi prinsip jurnalistik konvensional dengan menjaga kode etik dan akurasi berita,” tambahnya.
Tantangan dalam Penerapan AI di Media Lokal
Meskipun teknologi AI sangat membantu, penerapannya di newsroom masih menghadapi tantangan. Baiquni menyebutkan bahwa pada awal penggunaannya, editor sempat merasa kurang puas karena hasil yang belum sesuai ekspektasi.
Hendro D. Laksono, Manager Information Technology (IT) beritajatim.com, juga menjelaskan bahwa adopsi AI di media lokal ini masih dalam masa transisi. Media harus transparan dengan pembaca, terutama ketika menggunakan AI dalam konten.
“Jika kami menggunakan gambar atau ilustrasi berbasis AI, kami selalu mencantumkan keterangan bahwa itu adalah hasil teknologi. Begitu pula untuk artikel seperti tips kesehatan, kami mengingatkan pembaca untuk tetap berkonsultasi dengan profesional,” papar Hendro.
AI sebagai Alat Bantu, Bukan Pengganti
Adopsi AI di media lokal seperti beritajatim.com menunjukkan bagaimana teknologi dapat mendukung efisiensi kerja tanpa mengesampingkan prinsip jurnalistik. Dengan penggunaan yang hati-hati dan kolaborasi berbagai pihak, teknologi AI diharapkan mampu meningkatkan kualitas pemberitaan media, baik di tingkat lokal maupun nasional. (ted)






