Jember (beritajatim.com) – Universitas Jember di Kabupaten Jembrr, Jawa Timur, termasyk dalam empat besar peminat terbanyak program Kampus Mengajar di Indonesia. Saat ini Kampus Mengajar sudah mencapai delapan angkatan.
Ada 922 mahasiswa Unej yang berminat mengikuti Kampus Mengajar Angkatan VIII. “Namun Ditjen Dikti mengeluarkan aturan baru yang memberlakukan sistem kuota,” kata Koordinator Kampus Mengajar Angkatan VIII Banun Kusumawardhani, sebagaimana dilansir Humas Unej, Rabu (4/9/2024).
Dari 992 mahasiswa yang mengikuti seleksi, hanya 182 mahasiswa yang berkesempatan menjadi mitra pendidikan. “Mereka akan didampingi oleh 16 dosen pendamping lapangan selama berkegiatan,” kata Banun.
Wakil Rektor I bidang Akademik Unej Slamin mengatakan, peserta Kampus Mengajar diharapkan menjadi mitra sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang lebih baik dan menyenangkan bagi anak didik. Pesertanya berasal dari beragam program studi di luar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
“Peserta Kampus Mengajar tidak harus memposisikan diri sebagai guru. Misalnya saja jika peserta berlatar belakang Fakultas Ilmu Komputer bisa membangun sistem manajemen pendidikan yang baik, membuat alat bantu mengajar yang interaktif dan lainnya,” kata Slamin, berharap mahasiswa akan memperoleh pengalaman dan keterampilan yang tidak ditemukan di kampus.
Harapan ini tak bertepuk sebelah tangan. Afifah Maharani, mahasiswi Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UNEJ, Afifah akan mengajar di SMP Al Falah Gondanglegi Kabupaten Malang. Di sana dia berencana membuat pojok baca sebab minat baca siswa masih rendah.
“Kedua kampanye literasi karena masih ada siswa yang memilih tidak meneruskan sekolah dan pandangan orang tua yang lebih memilih mengutamakan pendidikan agama saja,” kata Afifah. [wir]






