Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya resmi meluncurkan lima Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru. Langkah strategis ini memperkuat layanan kesehatan berbasis wilayah kepulauan melalui keunggulan teknologi hiperbarik.
Momentum peluncuran di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) ini menandai kolaborasi inovatif. Lima prodi spesialis Fakultas Kedokteran UHT kini mengusung kekhasan layanan medis maritim yang adaptif.
Spesialis Anak kini mengintegrasikan pediatrik neurohiperbarik dengan dukungan ambulans laut terintegrasi. Sementara itu, spesialis Anestesiologi difokuskan pada pelayanan intensif di atas kapal rumah sakit untuk mendukung kegawatdaruratan kepulauan.
Sektor Jantung mengusung konsep kedokteran kelautan bagi masyarakat pesisir dan pelaut. Spesialis Bedah serta Obgyn turut memanfaatkan terapi oksigen hiperbarik untuk percepatan penyembuhan jaringan dan inovasi reproduksi.
Rektor UHT, Laksamana Muda TNI (Purn) Avando Bastari, menyebut program ini dukungan nyata bagi pemerintah. Fokusnya mengatasi ketimpangan distribusi dokter spesialis di wilayah terpencil dan perbatasan.
Lulusan nantinya diproyeksikan siap bertugas di rumah sakit rujukan nasional maupun fasilitas kesehatan di daerah 3T. “Ini kontribusi konkret untuk sistem pertahanan kesehatan nasional,” ujar Avando, dikutip Minggu (22/2/2026).
Dekan FK UHT, Laksamana Pertama TNI (Purn) Benny Jovie, menekankan pentingnya ekosistem keilmuan yang responsif. UHT berkomitmen penuh menjadi pusat pengembangan kedokteran hiperbarik dan maritim terdepan di Indonesia.
“Kami hadir dengan pendekatan yang terintegrasi antara pendidikan, pelayanan, dan inovasi klinis. Keunggulan terapi hiperbarik yang terintegrasi dalam berbagai bidang, menjadi kekuatan unik kami,” katanya.
Sinergi antarperguruan tinggi ini diharapkan mampu mencetak spesialis yang memahami geopolitik kesehatan. Mereka disiapkan menjadi garda depan dalam menjaga kedaulatan kesehatan di negara kepulauan terbesar di dunia. [ipl/but]






