Malang (beritajatim.com) – Universitas Brawijaya (UB) sukses meraih gelar Juara Umum pada ajang The 10th Universitas Teuku Umar (UTU) Awards 2024 yang diselenggarakan di Aceh pada tanggal 9-12 September 2024. Kemenangan ini membuktikan konsistensi UB dalam melahirkan mahasiswa berprestasi dan inovatif yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Pada malam puncak acara yang digelar meriah, UB berhasil menyabet berbagai penghargaan, termasuk Juara I Kategori Riset Kewirausahaan, Juara II Bisnis Startup, Juara II Perencanaan Bisnis, serta Juara Harapan II dalam Produk Inovatif Berbasis Agro dan Marine Industry. UTU Awards merupakan kompetisi tahunan bergengsi yang diadakan oleh Universitas Teuku Umar.
Lomba ini bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan mendorong kreativitas mahasiswa di seluruh Indonesia. Melalui berbagai kategori yang diperlombakan, UTU Awards mendorong mahasiswa untuk mengembangkan pemikiran kritis, keterampilan kolaborasi, serta kemampuan dalam pemecahan masalah yang nyata di masyarakat.
Kompetisi ini mencakup berbagai bidang seperti riset kewirausahaan, pengembangan startup, perencanaan bisnis, hingga inovasi produk berbasis industri agro dan kelautan. Partisipasi UB dalam UTU Awards tahun ini menunjukkan semangat luar biasa dari para mahasiswa yang memiliki visi untuk membawa perubahan bagi masyarakat.
Salah satu sosok yang berkontribusi besar terhadap keberhasilan UB adalah Christine Juventia Hartanto, mahasiswi Teknik Kimia angkatan 2021 dari Fakultas Teknik. Christine, yang akrab disapa Tintin, berhasil meraih Juara I dalam kategori Riset Kewirausahaan dengan inovasi “EcoCrab Catcher”—sebuah alat penangkap kepiting yang ramah lingkungan.
EcoCrab Catcher adalah salah satu karya inovatif yang mendapat perhatian besar dari para juri UTU Awards 2024. Alat ini dirancang khusus untuk menangkap kepiting dengan cara yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, sehingga tidak hanya meningkatkan efisiensi penangkapan, tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem laut. Melalui alat ini, Christine dan timnya berhasil menciptakan teknologi yang relevan dengan permasalahan lingkungan dan dunia perikanan, terutama terkait praktik penangkapan yang berpotensi merusak ekosistem.
Tintin menjelaskan bahwa proses pengembangan EcoCrab Catcher membutuhkan waktu enam bulan. Bersama timnya, ia melakukan serangkaian penelitian, eksperimen, dan pengembangan desain untuk menghasilkan alat yang tidak hanya efektif, tetapi juga ramah lingkungan. Persiapan menuju kompetisi pun tidaklah mudah.
“Kami membutuhkan latihan intensif dalam satu minggu terakhir sebelum kompetisi. Banyak tantangan yang kami hadapi, mulai dari kurangnya waktu latihan bersama hingga kehilangan mendadak salah satu kerabat anggota tim kami,” ungkap Tintin.
Meski menghadapi tantangan besar, Christine dan timnya tidak pernah menyerah. Mereka tetap teguh dengan semangat seperti kapal yang berlayar melawan ombak, saling menopang satu sama lain dan terus fokus pada tujuan akhir.
“Kami terus berjuang meski keadaan kadang tidak mendukung. Dukungan moril dan materiil dari fakultas juga menjadi salah satu faktor penting yang membuat kami semakin siap menghadapi tantangan,” ujar Tintin dengan penuh semangat.
Dalam keterbatasan, tim UB mampu menunjukkan kualitas luar biasa mereka sebagai mahasiswa yang tidak hanya kreatif tetapi juga memiliki ketangguhan mental dalam menghadapi berbagai rintangan. Semangat pantang menyerah inilah yang menjadi salah satu kunci keberhasilan tim dalam mencapai prestasi gemilang di ajang UTU Awards.
UTU Awards 2024 diikuti oleh berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan universitas lainnya. Kehadiran mahasiswa dari universitas-universitas besar ini menunjukkan betapa kompetitifnya kompetisi tersebut, di mana setiap tim harus menunjukkan ide terbaik mereka dan membuktikan keunggulannya.

Universitas Brawijaya mampu mengungguli para pesaingnya dengan memenangkan beberapa kategori penting, yang menjadi bukti konkret atas kualitas pendidikan dan pembinaan yang diberikan oleh UB kepada para mahasiswanya. UB terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia, yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan berwirausaha dan berinovasi.
Dalam kesempatan tersebut, Tintin juga memberikan pesan inspiratif bagi mahasiswa lainnya. Ia berharap bahwa keberhasilannya ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk tidak takut mencoba dan berinovasi.
“Jika tidak mencoba, kamu mungkin akan menyesal di kemudian hari,” kata Tintin. Pesan ini menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa keberanian untuk mencoba sesuatu yang baru, meski penuh tantangan, adalah langkah pertama menuju kesuksesan.
Keberhasilan Universitas Brawijaya meraih gelar Juara Umum di UTU Awards 2024 menjadi kebanggaan besar, tidak hanya bagi kampus tetapi juga bagi mahasiswa dan seluruh civitas akademika UB. Prestasi ini diharapkan dapat terus memotivasi generasi muda untuk berinovasi, berkreativitas, dan tidak takut menghadapi tantangan dalam mengembangkan ide-ide yang bermanfaat bagi masyarakat.
Universitas Brawijaya berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan mahasiswa yang dapat meningkatkan kompetensi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Dukungan fakultas, pengembangan fasilitas, serta pembinaan yang intensif merupakan bagian dari upaya UB untuk melahirkan generasi muda yang siap berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan berbagai penghargaan yang diraih, Universitas Brawijaya membuktikan kapasitasnya sebagai institusi yang mampu melahirkan talenta-talenta muda berkualitas, kreatif, dan inovatif. Prestasi ini menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah, di mana generasi muda dapat berkontribusi lebih dalam menyelesaikan masalah nyata yang dihadapi oleh masyarakat luas. (dan/ian)






