Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Malang (Unisma) melangsungkan apel pembukaan dalam rangka Dies Natalis ke-42. Apel yang berlangsung di halaman depan Kampus Unisma tersebut dihadiri jajaran Rektorat, Dekanat, Dosen, dan Tenaga Kependidikan Unisma.
Dies Natalis ke-42 Unisma mengusung tema ‘Spirit Merawat Jagat, Membangun Peradaban melalui Perwujudan Entrepreneurial University Menuju World Class University’. Rektor Unisma, Prof Dr H Maskuri, M.Si memaparkan terkait 5 program strategis kampus. Menurutnya usia 42 tahun adalah usia yang tepat semakin melejitkan kampus Unisma.
“Dasar pertimbangan penetapan tema ini yaitu Visi Unisma untuk menjadi world class university pada periode 2027 hingga 2031). Tahapan Milestone pengembangan Unisma saat ini memasuki stepstone sebagai Entrepreneurial University untuk periode 2023 – 2027, ” jelas Prof Maskuri saat apel, Rabu (22/2/2023).
BACA JUGA:
Begini Cara Unisma Sambut Dies Natalis
Unisma telah menyiapkan rangkaian kegiatan terdiri atas 5 kategori. Hal itu, kata Prof Maskuri, sesuai bidang Wakil Rektor yang secara teknis dikoordinasi oleh masing-masing kepala biro.
“Pertama, One-Day International Seminar tentang Islam, Nahdlatul Ulama, and Religious Deradicalization, akan menghadirkan Keynote Speaker Dr (HC) KH Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU dan beberapa narasumber tingkat nasional hingga internasional,” papar Rektor Unisma.
Kemudian yang kedua, Ambassadors’ Talks (Seminar and MoU Signing). Unisma akan mengundang Duta Besar negara sahabat untuk berbincang soal peluang kerjasama Unisma dengan perguruan tinggi dan dunia industri di negaranya dan sekaligus menandatangani MoU.
BACA JUGA:
Unisma Kukuhkan Luluk Sri Agus Prasetyoningsih Jadi Guru Besar
“Ketiga, workshop pembinaan dan pengembangan karir dosen dengan percepatan jabatan fungsional. Program ini akan mempercepat jumlah dosen jabatan akademik Lektor Kepala dan Guru Besar. Keempat, International Student Exchange of Ideas. Kegiatan konferensi internasional dalam rangka memberi wadah dan kesempatan untuk mahasiswa di berbagai perguruan tinggi dunia agar bertukar pikiran soal keilmuan dan aktivitas kemahasiswaan,” imbuhnya.
Adapun yang kelima program workshop penguatan kelembagaan menuju akreditasi Internasional. Program tersebut untuk meningkatkan kesiapan program studi diakreditasi oleh Lembaga internasional. Tujuannya agar menambah jumlah program studi yang terakreditasi internasional. Unisma saat ini ada 3 program studi yang terakreditasi penuh (fully accredited) dari ASIIN, Jerman, dan 7 program studi menunggu hasil asesmen lapang.

“Program dari Wakil Rektor 4 Unisma terkait akreditasi internasional. Target Unisma pada tahun 2025 atau 2026 yaitu 20 program studi sudah terakreditasi internasional. Selain itu, Unisma akan membangun tower berlantai 9 di dalam kampus. Sekitar bulan Maret atau April, Unisma akan melakukan peletakan batu pertama,” sambung Prof Maskuri.
Prof Maskuri menambahkan, jumlah mahasiswa Unisma saat ini hampir 17.000. Mereka tersebar di seluruh dunia, dan diharapkan menjadi brand ambassador Unisma untuk Merawat Jagat Membangun Budaya.
“Unisma di penghujung abad 1 NU sudah menjadi kampus terbaik. Maka saat ini, tagline kami sesuai dengan tema besar harlah Nahdlatul Ulama. Internasionalisasi terutama di dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia pada bidang research maupun bidang entrepreneur,” pungkas Rektor kelahiran Tuban tersebut. [dan/suf]






