Malang (beritajatim.com) – Pada pertengahan bulan suci Ramadan 1447 H, Universitas Islam Malang (Unisma) menunjukkan kepedulian sosialnya. Bertempat di lingkungan kampus pada Jumat (13/3/2026), Unisma menggelar agenda rutin tahunan bertajuk Santunan Dhuafa Bulan Ramadhan sebagai bentuk rasa syukur dan upaya mempererat silaturahmi dengan warga sekitar.
Rektor Unisma, Prof. Drs. Junaidi Mistar, M.Pd., Ph.D., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen civitas akademika untuk berbagi kebahagiaan. Menurutnya, keberadaan Unisma yang semakin kuat tidak lepas dari dukungan masyarakat dan kerja keras seluruh komponen kampus dalam memajukan institusi.
“Guna meningkatkan silaturahmi setiap Ramadan, Unisma memberikan sebagian dari apa yang kami miliki untuk bapak dan ibu sekalian. Mudah-mudahan bapak dan ibu berkenan menerima, semoga bantuan yang sedikit ini bisa membantu meringankan beban,” ujar Prof. Junaidi.

Dalam momen tersebut, Unisma menyalurkan sebanyak 250 paket sembako. Setiap paket yang dibagikan memiliki nilai nominal sebesar Rp250.000. Sasaran utama bantuan ini adalah warga dhuafa yang tinggal di wilayah penyangga kampus, meliputi Kelurahan Dinoyo, Kelurahan Tlogomas, Kelurahan Merjosari, hingga Kelurahan Jatimulyo.
Pihak rektorat menegaskan bahwa penentuan penerima santunan dilakukan secara selektif melalui koordinasi dengan perangkat lingkungan setempat.
“Kami bekerja sama dengan RW-RW terkait, bahkan Pak RW juga hadir hari ini. Jadi, insyaallah bantuan ini tepat sasaran karena berdasarkan rekomendasi RT/RW yang lebih mengetahui kondisi warga mereka,” jelas Prof. Junaidi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Unisma memiliki kalender sosial yang terstruktur. Jika santunan pada bulan Ramadan difokuskan bagi kaum dhuafa, maka santunan untuk anak yatim piatu biasanya digelar pada bulan Muharram dan saat peringatan Dies Natalis.
Khusus untuk Dies Natalis tahun ini yang jatuh pada 27 Maret, agenda santunan yatim dan dhuafa akan dijadwalkan ulang pada 31 Maret 2026, bertepatan dengan momen Halal Bihalal karena adanya libur nasional.
Kegembiraan tampak di wajah para warga yang hadir, salah satunya adalah Ibu Suyati (73), warga RT 03/RW 12 Joyosuko, Kelurahan Merjosari. Bagi Suyati, ini merupakan kali kedua dirinya menerima manfaat dari program sosial Unisma.
“Alhamdulillah senang sekali. Saya sehari-hari hanya di rumah saja. Terima kasih Unisma, semoga semakin berhasil,” ungkap Ibu Suyati dengan haru.
Melalui bantuan ini, Unisma berharap dapat meringankan beban ekonomi masyarakat yang kurang beruntung, sekaligus memohon doa agar universitas terus berkembang menjadi institusi pendidikan yang memberikan dampak luas bagi bangsa.
“Harapannya, rasa syukur warga ini nantinya juga berwujud doa untuk kemajuan Unisma ke depan,” pungkas Rektor Unisma. (dan/aje)






