Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar expo kreativitas dan prestasi mahasiswa pada Rabu (27/12/2023). Acara ini memerkan puluhan stand berisi prestasi dan berbagai torehan dari organisasi kemahasiswaan (ormawa) di Unisma.
Stand diisi oleh Unit Kreativitas Mahasiswa (UKM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas maupun universitas, organ, lembaga, dan sponsor dari sejumlah bank. Expo yang bertempat di halaman tengah Unisma ini diwajibkan untuk seluruh mahasiswa baru.
Tidak hanya itu, acara ini juga terbuka untuk seluruh mahasiswa, siswa SLTA, dan masyarakat umum. Expo diisi dengan tiga kegiatan utama, yaitu klinik prestasi dan kreativitasnya, bazar prestasi mahasiswa serta pentas seni budaya.
Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si., menjelaskan bahwa event expo kreativitas dan prestasi mahasiswa Unisma baru pertama diadakan tahun 2023. Kegiatan ini bermula dari gagasan saat ada inagurasi tahun 2023, termasuk salah satu gagasan yang belum terjawab mahasiswa membuat lagu ngehits untuk Unisma.
Setidaknya ada tiga tujuan utama diadakannya expo ini. Pertama, kata Maskuri, kegiatan ini untuk mengangkat reputasi lembaga tingkat mahasiswa baik tingkat fakultas maupun universitas, UKM, lembaga, badan, dan lain lain.
“Mengangkat dan meningkatkan reputasi organisasi kemahasiswa di Unisma karena lembaga yang di drive oleh mahasiswa prestasinya sangat banyak, tetapi belum banyak diketahui mahasiswa,” ucap Maskuri saat sambutan membuka acara.
Kedua, expo ini untuk menciptakan kompetisi di antara organisasi kemahasiswaan untuk menggaet mahasiswa sebanyak-banyaknya. Expo ini bagian dari unjuk kebolehan ormawa di depan mahasiswa Unisma.
“Mahasiswa semester 1 yang sedang transisi menuju semester 2, wajib ain hukumnya hadir. Namun, mahasiswa Unisma secara keseluruhan didorong untuk melihat berbagai prestasi ini karena bagi semester 3 belum terlambat untuk memacu diri,” harap Maskuri.
Maskuri berharap event unjuk rasa mahasiswa dengan berbagai latar belakang organisasi yang ada ini akan menjadi agenda tahunan. Apalagi acara ini dapat mempublish berbagai prestasi mahasiswa.

Adapun tujuan ketiga, mahasiswa baru dapat membuat pilihan organisasi apa yang sekiranya bisa menambah kompetisi dirinya, di samping dia mendapat pengetahuan di Unisma. Oleh sebab itu, kegiatan ini diharapkan memberi dampak besar untuk kemajuan organisasi kemahasiswaan.
Diharapkan melalui expo kreativitas dan prestasi ini mahasiswa bisa menentukan akan ikut organisasi apa, dan segera mengikuti organisasi tersebut sehingga dapat menciptakan akademik, kerjasama, dan sinergitas. Dengan begitu, event ini bisa memicu pertumbuhan dan perkembangan daya saing mahasiswa tingkat nasional dan internasional.
“Saat ini Unisma masuk pada milestone entrepreneur university, kemarin anak anak sudah mengisi dengan aplikasi, memilih program entrepreneur. 1000 an mahasiswa segera dilakukan proses pendidikan dan pendampingan,” lanjut Maskuri soal Unisma.
Pihaknya menargetkan agar tercipta atmosfer entrepreneur di lingkungan Unisma. Hari Jumat 29 Desember 2023 mendatang, Unisma akan melakukan expo hasil kewirausahaan.
“Kita undang masyarakat luas untuk hadir di Unisma. Kita serius untuk menggarap expo entrepreneur, kita sudah siapkan terop sebanyak 50. Expo kita bangun seperti ini karena sesuai dengan milestone saat ini,” tutup Maskuri.
Salah satu pengisi stand dari ormawa Fakultas Teknik yang memamerkan Kontrol Torsi Berbasis Arduino dengan Metode PID pada Sepeda Statis merasa senang dengan adanya pameran ini. Tim ini mendapat pendanaan dari PKM-KC, meskipun belum berkesempatan ikut Pimnas.
“Sepeda kami ini bisa menghasilkan daya sekitar 220V, setara dengan listrik rumahan. Caranya tinggal di kayuh sekitar 1,5 jam dengan pedal standar. Bisa digunakan kipas angin, menyalakan lampu, charge hape, dan menyalakan televisi,” ungkap Hilda Afifah, perwakilan dari fakultas teknik.
Sepeda ini sudah mendapat Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Ia merasa senang karena karyanya bersama tim dapat diketahui oleh mahasiswa lain. Ke depan ia mentargetkan untuk terus memperbaiki hasil karyanya.
Sementara itu, Dina Rachmatika salah satu mahasiswa semester 1 Unisma mengatakan bahwa kegiatan ini dapat mengenalkan berbagai macam organisasi kemahasiswa di Unisma. Ia sebagai mahasiswa baru dapat mengetahui berbagai UKM yang menarik minatnya.
“Kami juga diberi tugas untuk meminta tanda tangan dan stempel dari stand UKM dan BEM yang ada di sini. Setiap stand UKM dan BEM itu ada barcodenya untuk presensi kehadiran kita. Saat ini saya belum menentukan pilihan UKM, tapi saya akan segera memilih,” ungkap mahasiswa Dina, sapaannya. [dan/beq]






