Malang (beritajatim.com) – Program studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) bersama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) komisariat Malang Raya mengadakan pelatihan dan sertifikasi brevet pajak 2023 batch 19. Acara selama 3 bulan dengan 32 kali pertemuan ini sebagai implementasi kerjasama kedua belah pihak.
Acara ini melibatkan Himaprodi Akuntansi FEB Unisma dengan mengusung tema ‘Creating A Generation Of Competent and Competitive Accountants’. Dekan FEB Unisma, Nur Diana SE, MSi CBV, CERA mengatakan bahwa syarat seorang dapat menjadi kuasa perusahaan dalam memenuhi hak dan kewajiban perpajakan ketika memiliki sertifikat brevet bidang perpajakan.
“Pelatihan brevet pajak AB yang dikemas selama 3 bulan dan 32 kali pertemuan ini sangat penting untuk calon lulusan yg berkeinginan bekerja di bidang finance. Mereka punya keahlian agar bisa bersaing di dunia kerja, khususnya keahlian bidang perpajakan dalam hal ini ditunjukkan sertifikat kompetensi keahlian brevet pajak A dan B yang bertaraf nasional,” ungkap Diana melalui keterangan tertulis, Kamis (28/12/2023).
Menurut Dekan FEB Unisma, tuntutan implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka pendidikan tinggi harus bersinergi dengan asosiasi profesi. Dalam hal IAI memberikan masukan dalam kurikulum maupun sertifikasi kompetensi keahlian.
“Pelatihan brevet pajak ini berisi materi tentang ketentuan umum dan tatacara perpajakan, pajak penghasilan umum, pajak pertambahan nilai A dan B, pajak penjualan barang mewah, pajak bumi dan bangunan, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan, PPh pemotongan dan pemungutan, serta akuntansi perpajakan,” tutur Diana.
Pelatihan melibatkan praktisi perpajakan yakni expert perpajakan dari Kanwil DJP Jawa Timur III, konsultan pajak, dan IAI. FEB Unisma bekerja sama dengan IAI Jatim sebagai lembaga kursus pelatihan brevet pajak menyelenggarakan pelatihan brevet pajak terpadu A dan B.
Sementara itu, pengurus IAI Wilayah Jatim Ketua Komisariat Malang Raya, Dr. Hj. Sulis Rochyatun S.E., Ak., MAkun., CA.,mengapresiasi kerja sama yang sudah terjalin kurang lebih 8 delapan tahun dengan FEB Unisma. Menurutnya, mahasiswa akuntansi yang berkompetensi bidang perpajakan senantiasa melekat pada program jurusan akuntansi. “Kegiatan ini sangat penting untuk menjawab tuntutan masyarakat dan dunia industri terkait dengan kompetensi untuk alumni mahasiswa akuntansi, khususnya yang ada di FEB Unisma ini,” ungkap Sulis. (dan/kun)






