Malang (beritajatim.com) – Lupakan citra Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang sekadar formalitas. Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang membuktikan bahwa pengabdian mahasiswa bisa menjadi sebuah panggung gebrakan yang gemerlap.
Momen itu tersaji dalam penutupan seremonial KKN-T di Hall KH. Moh Said, Rabu (3/9/2025), setelah mahasiswa tuntas turun gunung ke berbagai desa di Malang Raya. Atmosfer dalam acara penutupan KKN-T Berdampak, Berkelanjutan ini jauh dari kesan kaku.
Bertajuk “Gebyar KKN-T Sociopreneur Celebration”, acara ini menyajikan vibes penuh antusiasme. Tidak hanya sebagai seremoni perpisahan, tetapi juga sebagai perayaan atas lahirnya inovasi dan kontribusi nyata mahasiswa di tengah masyarakat.
Tema besar yang diusung pun begitu menarik, “Puncak Karsa: Socialpreneur Celebration”. Dr. Ratna Fajarwati Meditama, M.Pd., selaku komandan acara, menegaskan bahwa tema ini sengaja dipilih untuk membakar semangat kewirausahaan sosial mahasiswa dalam sebuah perayaan yang hangat dan penuh kebersamaan.
“Lewat gebyar ini, kami ingin menunjukkan bahwa KKN-T bukan lagi soal belajar di desa, tapi bagaimana mahasiswa menjelma menjadi agen perubahan pembawa energi positif, inovasi, dan solusi konkret. Jadi vibes-nya bukan sekadar meriah, tapi inspiratif, kolaboratif, dan sarat akan harapan besar untuk masa depan,” ungkap Kak Nana, sapaan akrabnya.
Abdillah U. Djawahir, Kepala LPPM Unira Malang, menyebut acara ini sebagai panggung bagi ide brilian mahasiswa untuk meledak, terutama dalam mengolah potensi lokal menjadi bernilai. Mengusung tema besar “Memperkokoh Ekosistem Social Enterprise Masyarakat Desa”, mahasiswa dibekali tiga program unggulan: ketahanan pangan, digitalisasi, dan kolaborasi lokal.

“Alhamdulillah, program unggulan yang digarap mahasiswa di desa mendapat sambutan luar biasa dari para stakeholder. Ini adalah bukti bahwa community development yang kita rancang benar-benar bisa berdampak dan berkelanjutan,” tegas Abe.
Sementara itu, Dr. Yusuf Azwar Anas, SE.,MM., Dekan FEB Unira Malang, menyebut tema sociopreneur tahun ini sebagai sebuah terobosan untuk membumikan kewirausahaan sosial di jantung peradaban desa.
“Kolaborasi Unira Malang dengan para stakeholder untuk mengurai masalah desa adalah kunci. Desa sekarang adalah episentrum pembangunan. Jika desa bergerak maju menuju kesejahteraan, maka Indonesia akan sejahtera. Ini bukan lagi wacana!” tuturnya dengan berapi-api.
Hal senada disampaikan oleh Rektor Unira Malang, KH. Imron Rosyadi Hamid, SE.,M.Si., Ph.D. Ia menyatakan bahwa KKN-T 2025 telah berhasil melampaui ekspektasi.
“Saya turun langsung ke salah satu desa lokasi KKN-T. Respons masyarakat dan stakeholder di sana sangat positif. Ini bukti nyata, KKN-T kita telah membawa dampak transformatif bagi masyarakat, tempat mahasiswa mengimplementasikan ilmu dan keahlian mereka,” kata Gus Rektor menutup. (dan/but)






