Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang meluncurkan program KKN Berbasis Pesantren yang digadang-gadang menjadi terobosan dalam pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai spiritual dan teknologi. Sebanyak 316 mahasiswa diberangkatkan di lapangan Yayasan Pendidikan Islam Raden Rahmat.
Pelepasan balon udara sebagai simbol harapan dan pembacaan puisi bernuansa musik pop alternatif menjadi tanda dimulainya program ini. KKN Unira mengusung tema “Peran Strategis Pesantren sebagai Social Engagement dalam Pemberdayaan Masyarakat Berdampak dan Berkelanjutan.”
Program KKN Unira tidak hanya menjadi langkah inovatif dalam pengabdian masyarakat, tetapi juga menjadikan pesantren sebagai pusat transformasi sosial di era digital. Dr. Abdillah U. Djawahir, SE., MM., Kepala LPPM Unira Malang, menjelaskan bahwa program KKN fokus pada tiga fungsi pesantren menurut UU No. 18 Tahun 2019, yaitu dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Pesantren bukan lagi sekadar pusat spiritual, tetapi juga pusat inovasi ekonomi, digitalisasi, dan pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa akan live-in di pesantren selama 40 hari untuk mendukung transformasi ini,” ungkap Dr. Abdillah.
Beberapa sub-program unggulan KKN Berbasis Pesantren meliputi, Inovasi Ekonomi Berbasis Pesantren untuk mendorong pesantren menjadi pusat ekonomi kreatif.
Digitalisasi Pesantren untuk memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat. Pelestarian Budaya Lokal untuk memadukan tradisi lokal dengan modernisasi. Penguatan SDM Santri Tangguh dalam rangka mempersiapkan generasi pesantren menghadapi tantangan Society 5.0.
“Program ini bertujuan mencetak santri yang tangguh, tidak hanya dalam spiritualitas tetapi juga kompetensi teknologi dan inovasi,” tambah Dafis Ubaidillah Assiddiq, S.IP., M.IP., Ketua Pelaksana KKN.
Sebelum terjun ke masyarakat, mahasiswa mendapatkan pembekalan intensif melalui Workshop ABCD (Aset-Based Community Development) oleh Dr. Sutomo, dosen Unira.
Pelatihan Jurnalistik oleh Budi Susilo, jurnalis media online. Workshop Videografi oleh Eko Hari Suwito, founder Hypno Creative Media. Acara pelepasan juga diwarnai penandatanganan MoU antara Unira Malang dan Kemenag Kabupaten Malang, menandai sinergi strategis untuk pengembangan multi bidang.
Rektor Unira Malang, H. Imron Rosyadi Hamid, SE., M.Si., yang akrab disapa Gus Imron, menegaskan bahwa kolaborasi antara NU, pesantren, dan perguruan tinggi menjadi kunci menciptakan dampak signifikan.
“Pesantren memberikan nilai spiritual, perguruan tinggi menyumbang inovasi, dan NU memfasilitasi kebijakan. Dengan sinergi ini, kita mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dari aspek ekonomi, pendidikan, dan sosial,” tegas Gus Imron, yang juga Wasekjen PBNU.
Wakil Rektor III Unira, Dr. Hasan Bisri, turut berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik kampus. Ia berharap mahasiswa memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan program KKN ini.
“Mahasiswa yang aktif mengabarkan hal positif akan mendapat apresiasi khusus,” ungkapnya.
KKN Berbasis Pesantren ini menegaskan peran Unira sebagai pionir dalam pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren. Turut hadir dalam acara pelepasan, perwakilan dekanat, dosen pembimbing, dan Tim 11 Panel Riset LPPM, menambah semangat mahasiswa untuk memberikan kontribusi terbaik.

Dengan kombinasi spiritualitas dan teknologi, program ini diyakini mampu mencetak generasi pesantren yang tangguh dan adaptif menghadapi tantangan global. Unira Malang membuktikan bahwa inovasi berbasis nilai-nilai lokal bisa menjadi kekuatan besar dalam menciptakan perubahan nyata. [dan/aje]






