Jember (beritajatim.com) – Unggul lebih dulu sejak babak pertama, Persid Jember harus kehilangan tiga angka setelah kebobolan pada 15 menit terakhir saat melawan Persekabpas, di Stadion R. Sudarsono, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (20/1/2024) sore.
Sebagaimana diramalkan asisten pelatih Persid, Achmad Jainuri, pertandingan sore itu memang ibarat laga final. Kedua tim bermain ofensif. Wasit Choirul Umam mengeluarkan enam kartu kuning, empat buah untuk Persid dan dua buah untuk Persekabpas.
Dalam sebuah serangan dari sayap kiri, Diaz Daiva Al Kautsar mengirimkan umpan silang ke kotak penalti Persekabpas. Ghifari Vaiz Aditya menyundul bola tanpa bisa dijangkau kiper Persekabpas, Ivan Febrianto, pada menit 10. Gol. Keunggulan Persid bertahan hingga turun minum.
Persekabpas bermain lebih ofensif pada babak kedua. Pelatih Persekabpas, Subangkit, memasukkan pemain sayap Yuansyah Nugraha Saputra untuk menggantikan Andika Ramadani pada babak kedua.
Gol balasan Persekabpas pada menit 74 berawal dari tendangan bebas yang dilakukan Saifullah. Wasit Choirul memberikan hukuman tendangan bebas setelah menilai bola mengenai tangan Iwan Sampurno. Iwan yang merasa mengontrol bola dengan dada pun sempat melakukan protes.
Bola lambung ke kotak penalti Persid diterima oleh Nofi Atmaja Indra Pamungkas yang kemudian memantulkannya kepada Nur Aqil Baihaqi. Aqil tanpa ragu-ragu melepaskan bola dari jarak dekat ke gawang Persid yang dijaga Guntur Egi Saputro.
Pertandingan sepak bola Grup HH Babak 16 Besar Liga 3 Jawa Timur itu berakhir 1-1. Posisi ini masih menempatkan Persid di puncak klasemen sementara, dengan nilai 4 dan agregat 3-1. Persekabpas menguntit di posisi kedua dengan nilai 4 juga dan agregat 3-2.
Misnadi Amrizal, pelatih Persid, tidak mempermasalahkan hasil seri itu. “Yang penting anak-anak tidak ada yang cedera. Kami tertekan sepanjang pertandingan oleh keputusan wasit,” kataya.
Pemain Persid sempat emosi karena menganggap wasit berat sebelah. “Masa pelanggaran sedikit langsung kartu kuning. Terlalu gampang. Akibatnya ada beberapa pemain tak bisa main di pertandingan terakhir, termasuk Vaiz dan Ajudya Eka Kurniawan,” kata Misnadi.
Ini yang bikin Misnadi pusing. “Vaiz tukang gedor andalan. Dia sudah bisa padu dengan tim, dan di depan gawang sudah lebih tenang,” katanya.
Posisi ketiga diduduki PSM Madiun yang mengalahkan Mojokerto Putra 5-2. Dalam pertandingan terakhir, Persid akan menghadapi PSM, Senin (22/1/1024). Anak-anak asuhan Misnadi Amrizal hanya butuh hasil imbang untuk lolos ke Babak 8 Besar. [wir]






