Jember (beritajatim.com) – Singhasari Malang menelan kekalahan ketiga dalam kompetisi sepak bola Liga 3 Zona Jawa Timur Grup J di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Selasa (16/11/2021) sore. Kali ini Persid yang mengalahkan anak-anak asuhan Muhammad Khoirul Huda itu dengan skor 2-0.
Sebelumnya, Singhasari digebuk 0-4 oleh Banyuwangi Putra dan kalah 0-1 dari Persipro 1954 Probolinggo. Dengan demikian Singhasari terbenam di dasar klasemen Grup J, dengan catatan kebobolan 7 gol dan sama sekali belum mencetak gol.
“Hari ini kami tidak beruntung. Bola kena mistar gawang. Kemarin saat lawan Persipro juga sempat tiga kali bola kena mistar. Mudah-mudahan saat melawan PSIL Lumajang kami mendapatkan poin. Paling tidak tahun ini pemain-pemain muda Singhasari punya bekal lebih baik untuk tahun depan,” kata Huda.
Sejak menit awal, pemain Singhasari tidak diinstruksikan tidak cepat kehilangan bola. Jika bola sudah di kaki pemain lawan dan Persid membangun serangan, para pemain Singhasari diinstruksikan menumpuk di tengah pertahanan sendiri. Kekuatan Persid ada pada dua pemain sayap. Itulah kenapa Huda menginstruksikan para pemainnya untuk membuntu serangan Persid dari sayap.
[berita-terkait number=”4″ tag=”liga-3″]
“Jangan sampai pemain Persid bisa mengirimkan bola crossing. Kalau Persid bisa melakukan crossing, pemain kami sudah siap di pertahanan,” kata Huda. Begitu menguasai bola, para pemain Singhasari diinstruksikan segera melakukan serangan balik. Beberapa kali momentum, para pemain Singhasari berpeluang melakukan serangan balik. Namun serangan balik tak maksimal.
Huda memaklumi mayoritas pemainnya adalah pemain muda. “Mayoritas minim pengalaman. Saya bersyukur mulai dari pertandingan pertama hingga hari ini ada progress, pemain secara taktikal tahu. Tadi ada beberapa pemain yang belum pernah bermain. Saya berharap meskipun dia main lima menit, dia punya pengalaman,” katanya. [wir/but]






