Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Kemendikbudristek menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Praktisi Mengajar (PM) Batch 4 Tahun 2024.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa Prof Madlazim mengatakan, PKS ini dihadiri pimpinan kampus pelaksana yang lolos program Praktisi Mengajar, salah satunya Unesa.
Unesa sendiri pada angkatan ini berhasil menduduki peringkat kedua nasional sebagai kampus dengan jumlah kolaborasi dan praktisi terbanyak. Prof Madlazim mengatakan, program ini dilakukan secara bergulir.
“Jadi, kami dari perguruan tinggi pelaksana program tadi melakukan tanda tangan PKS sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjalankan dan mensukseskan program PM angkatan 4 tahun 2024,” katanya, Rabu (8/5/2024).
Ia menyebut, keterlibatan Unesa menyukseskan MBKM, termasuk dalam program PM terus mengalami peningkatan kinerja dari tahun ke tahun. Pun, berbagai capaian memperlihatkan tren yang sangat bagus.
Misalnya pada program PM angkatan 4 ini, Unesa dinobatkan sebagai perguruan tinggi akademik dengan capaian kolaborasi, praktisi, mata kuliah, dan dosen pengampu terbanyak kedua nasional.
Adapun rinciannya yaitu, jumlah kolaborasi atau RKK Unesa mencapai 429, jumlah praktisi di angka 344, jumlah mata kuliah di angka 259, dan memiliki 145 dosen pengampu mata kuliah praktisi mengajar.
“Ini sangat membanggakan. Dan, terjadi lompatan begitu jauh dari angkatan sebelumnya di mana Unesa berada di peringkat 12 nasional. Ini bukti kinerja seluruh jajaran pimpinan dan seluruh sivitas kampus Unesa,” ungkapnya.
Baginya, capaian tersebut menjadi motivasi dalam meningkatkan kinerja dan memberikan yang terbaik untuk peningkatan kualitas pelaksanaan tridarma perguruan tinggi di Unesa melalui optimalisasi program MBKM.
Menurutnya, arah dari semua ini yaitu untuk memberikan kesempatan dan memastikan mahasiswa bisa belajar dan mengembangkan kemampuan serta kompetensinya secara luas bersama pakar dan dosen serta para praktisi.
“Diharapkan ketika selesai dari kampus, mahasiswa bisa langsung unjuk kemampuan dan kreativitas di dunia usaha dan industri,” tandasnya. [ipl/ted]






